Ingin Beri Pelajaran Bagi Warga Citeureup, Sampah di Jembatan Sabilillah Bogor Dibiarkan Berserak
Namun, masyarakat tetap saja membuang sampah di sana, sehingga pihaknya ingin menegur dengan cara mendiamkan sampah berserakan itu
Penulis: Afdhalul Ikhsan | Editor: Ardhi Sanjaya
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Afdhalul Ikhsan
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CITEUREUP - Camat Citeureup, Asep Mulyana mengatakan pihaknya tidak akan mengangkut sampah yang berserakan di atas jembatan Jalan Sabilillah, Desa Tarikolot, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor.
"Posisinya sedang saya diamkan jadi enggak boleh diangkut," katanya kepada TribunnewsBogor.com saat ditemui, Rabu (24/10/2018).
Bukan tanpa alasan kata Asep, pasalnya sampah di jembatan tersebut sudah berkali-kali diangkut.
Namun, masyarakat tetap saja membuang sampah di sana, sehingga pihaknya ingin menegur dengan cara mendiamkan sampah berserakan itu
"Posisinya sedang saya diamkan dengan begini mudah-mudahan mereka sadar sendiri," ungkapnya.
Padahal lanjut dia, di sejumlah desa sudah memiliki sistem pembuangan sampah masing-masing.
"Ini mah orang yang pengen enaknya doang pengen nyampah enggak mau tanggung jawab dia, padahal kita punya penanganan ditiap lingkungan kita buat kawasan ramah lingkungan," tandasnya.
Sampah berserakan hingga ke badan jalan menjadi pemandangan yang kerap dilihat oleh warga yang bermukim diwilayah Desa Tarikolot, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor.
Sampai saat ini kondisinya masih kumuh dan sudah berlangsung sejak lama sehingga warga merasa terganggu dengan baunya.
"Saya yakin yang buang sampah itu adalah pedagang karena karung sampah disana gede-gede itu sampah dari mereka," ungkapnya kepada TribunnewsBogor.com, Rabu (24/10/2018).
Para pedagang yang membuang sampah itu rata-rata menggunakan motor dan menjinjingnya dengan plastik dan juga karung.
"Siapa lagi kalau bukan mereka karena ternyata sampah sering muncul lagi setelah kita angkut kan kesel juga dan mereka buangnya pagi buta diem-diem pakai motor," tuturnya.
Pemerintah Kecamatan Citeureup sudah membiayai warga untuk menjaga jembatan tersebut agar tidak ada lagi pedagang yang membuang sampah.
"Saya sampai membiayai orang untuk menjaga agar sampah tidak dibuang disana, kami juga melibatkan anak-anak sekolah untuk merapihkan jembatan dengan cara membuat gambar mural dirapihkan agar lebih menarik toh nyatanya juga muncul lagi itu sampahnya," terangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/sampah_20181024_130946.jpg)