Demi Keselamatan, Pilot Dilarang Melintasi 5 Wilayah di Beberapa Negara Ini

Ada juga wilayah yang dihindari karena di wilayah itu turbulensi terlalu tinggi akibat wilayahnya rawan badai atau hujan deras, misalnya di wilayah As

Editor: khairunnisa
Shangaiist
ilustrasi pesawat 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Saat Moms memesan tiket, tentunya sudah memilih rute pesawat yang akan dinaiki.

Lalu, sudah jamak pilot akan membawa pesawat yang Moms naiki, melewati rute-rute tertentu, agar selamat sampai tujuan.

Tentunya setiap penerbangan memiliki rutenya masing-masing.

Namun untuk pengetahuan Moms, tak semua rute bisa dilalui, karena ada larangan tertentu.

Seperti wilayah konflik. Demi keselamatan penerbangan, pesawat tak diperbolehkan melintasi daerah konflik, karena ditakutkan menjadi sasaran tembak.

Ada juga wilayah yang dihindari karena di wilayah itu turbulensi terlalu tinggi akibat wilayahnya rawan badai atau hujan deras, misalnya di wilayah Asia Tengah.

Namun di luar masalah daerah konflik atau rawan turbulensi akibat cuaca tak menentu, ada wilayah di beberapa negara-negara lain yang tak boleh dilintasi oleh pesawat.

Inilah negara-negara/wilayah tersebut:

1. Afrika

Menurut data Asosiasi Penerbangan Udara Internasional (IATA), Afrika paling rawan dilintasi pesawat karena faktor infrastruktur bandara dan kesiapan SDM pengelola bandara yang masih rendah.

Angka kecelakaan di negara itu sebanyak 6,83 per 1 juta penerbangan pada 2009 hingga 2013. Ini merupakan angka tertinggi di dunia.

Sahabat Kenang Kebiasaan Harvino, Korban Lion Air JT610 : Infaq untuk Anak Yatim Tak Pernah Putus

2. Rusia

Para pilot perusahaan penerbangan manapun di seluruh dunia diimbau untuk super hati-hati saat memasuki wilayah Rusia yang dahulu bernama Uni Soviet karena negara ini masih rawan konflik.

Dahulu saat masih bersatu dalam Uni Soviet dan paham komunis masih kental, malahan tidak semua maskapai penerbangan diizinkan melintasi negaranya.

Menurut data IATA, angka kecelakaan di Rusia sebanyak 0,24 per 1 juta penerbangan.

Sumber: Nakita
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved