Dituding Sebar Fitnah, Alissa Wahid Tantang Timses Prabowo Bertemu Empat Mata, Ini Tanggapan Mustofa
Pernyataan Alissa Wahid soal hinaan yang dilakukan Mustofa Nahrawardaya pada ibundanya dua tahun lalu disebut fitnah, ia lantas mengajak bertemu
Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Yuyun Hikmatul Uyun
"Ya sudah ayo ketemu. Kita tabayun saja. Mau di mana, mas?," tanya Alissa Wahid.
Mustofa Nahrawardaya pun tidak membalas ajakan Alissa Wahid tersebut.
Ia malah menyindir dengan cuitan-cuitan lain tanpa menjawab tantangan Alissa Wahid.
"Kapan ada yg ngajak tabayyun. Gak ada. Gak usah caper," tulisnya mengomentari komentar akun lainnya.
Kemudian ia membuat emoticon tertawa sambil menangis, dan menulis kalau ia tidak mau menghadapi lawan perempuan stress.
• Bandingkan Foto Anies dan Jokowi Sambangi Pemudik, Mustofa Nahrawardaya Ungkap Perbedaannya
Entah siapa yang ia maksud sebagai wanita stress tersebut.
"Maaf, saya tak mau hadapi lawan perempuan stress.....laki2 stress juga gak mau.....pada kalap kayaknya ya," tulisnya.
"Kalah debat di medsos, ujung2nya gak malu ambil jalur darat. maaf, aku gak mau lawan cewek stresss....cowok stress juga gak mau....," tulisnya lagi.

Usai tantangannya untuk tabayun tak dihiraukan, Alissa Wahid sepertinya enggan menanggapi lagi cuitan-cuitan dari Mustofa Nahrawardaya.
Beberapa netizen pun tampak memposting screen shoot cuitan Mustofa Nahrawardaya dua tahun yang lalu.
• Cerita Alissa Wahid Soal Sopir Bentor Sebut Ojek Online Milik Anak Jokowi, Gibran Beri Reaksi Begini
Alissa Wahid kemudian meyampaikan terimakasih atas dukungan dan doa dari netizen.
"Twips terimakasih sekali untuk dukungan dan doanya.
Saya, Ibu Sinta Nuriyah, dan kelg besar Gus Dur merasakannya betul. Keluarga kami tidak sempurna, sebagaimana manusia layaknya, namun kami berkomitmen merawat Indonesia yg adalah warisan para pendahulu kami," tulisnya, Jumat (2/11/2018).
Ia kemudian menulis, ada PR lebih besar yang harus ia dan masyarakat lakukan saat ini.
"PR kita bersama makin besar: mencetak warga bangsa yang baik, adil, hormat pada sesama, berani bertanggungjawab, & berintegritas.
Bukan warga yang suka menyakiti, tidak adil, tidak kongruen & berintegritas, krn tidak berani pertanggungjawabkan ucapannya," tandasnya.