Cuma dari Bau Kaus Kaki, Ilmuwan Latih Anjing untuk Deteksi Malaria

Anjing secara alamiah dilengkapi dengan indra penciuman yang sangat sensitif. Bahkan, penciumannya dapat mendeteksi keberadaan tanda molekuler malari

Cuma dari Bau Kaus Kaki, Ilmuwan Latih Anjing untuk Deteksi Malaria
Pixabay.com
Anjing yang dilatih 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Dilansir dari IFL Science, Senin (30/10/2018), saat ini para ilmuwan di Inggris telah mengembangkan metode baru untuk mendiagnosis malaria.

Metode terbaru ini hanya membutuhkan seekor anjing dan sepasang kaus kaki.

Proyek yang dipresentasikan di American Society of Tropical Medicine dan Hygiene Annual Meeting tersebut menunjukkan bagaimana anjing dapat dilatih untuk mengendus aroma malaria.

Meski belum terlalu matang, para peneliti yang bekerja di proyek ini berharap studi mereka dapat digunakan untuk mengembangkan tes cepat dan non-invasif untuk penyakit yang sudah membunuh hampir setengah juta orang di seluruh dunia setiap tahunnya.

Anjing secara alamiah dilengkapi dengan indra penciuman yang sangat sensitif.

Bahkan, penciumannya dapat mendeteksi keberadaan tanda molekuler malaria.

Namun, para ilmuwan dalam studi ini belum mengetahui di mana perubahan molekuler ini sebenarnya berasal.

Ada dua kemungkinan yang menjadi penyebabnya: parasit malaria itu sendiri atau reaksi tubuh anjing terhadap parasit malaria.

Dalam melakukan penelitian ini, para ilmuwan melatih sejumlah anjing di Inggris untuk mengidentifikasi keberadaan malaria dengan menggunakan sampel kaus kaki yang dikumpulkan dari 175 anak berusia 5-14 tahun, 30 di antaranya positif malaria.

Hasilnya, anjing dapat mengidentifikasi 70 persen sampel yang terinfeksi malaria dengan tepat.

Halaman
12
Editor: khairunnisa
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved