Mapolsek Penjaringan Diserang
5 Fakta Dibalik Penyerangan Seorang Pria ke Polsek Metro Penjaringan Hingga Lukai Polisi
Polsek Metro Penjaringan diserang seroang pria berkepala plontos hingga melukai anggota polisi yang tengah berjaga
Penulis: Damanhuri | Editor: Yudhi Maulana Aditama
Pelaku yang kebetulan melihat ada dua anggota reskrim di ruang PPA, malah menyerang mereka.
• Serang Mapolsek Penjaringan dan Ingin Ditembak Mati Polisi, Pria Ini Frustasi Penyakitnya Tak Sembuh
Pelaku sempat memecahkan pintu kaca ruangan dengan golok yang dipegangnya dan menyerang kedua anggota reskrim.
Melihat situasi sudah tidak terkendali, salah satu anggota reskim lalu memberikan tembakan peringatan.
“Setelah diberikan tembakan peringatan, pelaku tidak mengindahkan, sehingga anggota memutuskan untuk melumpuhkan pelaku dengan menembak pangkal lengan pelaku,” tutur AKBP Rachmat.
Alhasil, golok yang dipegang pelaku terlepas, dan pelaku berhasil diamankan.
3. Diduga Depresi
Rohandi (31) diduga mengalami depresi hingga melakukan penyerangan ke Polsek Metro Penjariangan.
Menurut Kapolsek Metro Penjaringan AKBP Rachmat Sumekar mengatakan, aksi nekat pelaku tersebut diketahui akibat depresi karena penyakit yang selama ini dideritanya tidak kunjung sembuh.
Sehingga ia ingin ditembak mati oleh polisi karena frustasi dengan penyakit yang selama ini dideritanya.
“Iya mas, yang nyerang orang yang sedang depresi karena operasi getah bening tidak sembuh,” ungkap Rachmat, Jumat (9/11/2018).
• Bidan Winda Trauma Usai Disuntik 56 Kali di Rumah Kosong, Istri Dokter: Saya Percaya Sama Suami Saya
Selain itu, korban juga diketahui sudah lama tidak bekerja. Frustasi dengan masalah yang dihadapi, Rohandi pun nekat menyerang Mapolsek Metro Penjaringan. Ia ingin mengakhiri hidupnya dengan cara ditembak polisi.
“Makanya dia mau mati tapi dengan cara nyerang polisi supaya ditembak,” ucapnya.
4. Pelaku Tak terlibat jaringan kelompok Terorisme
Keluarga pelaku memastikan jika penyerangan yang dilakukan Rohandi (31) ke Polsek Metro Penjaringan tidak ada kaitannya dengan terorisme.
Keluarga memastikan hal itu semata-mata karena aksi nekat pelaku.