Lima TOD Akan Dibangun di Dekat Stasiun LRT di Bekasi

geliat pembangunan kawasan transit oriented development (TOD) di sepanjang lintasan light rail transit (LRT) di Kota Bekasi, kian masif

Lima TOD Akan Dibangun di Dekat Stasiun LRT di Bekasi
Warta Kota/Adhy Kelana
Satu mobil truk molen yang telah dimodifikasi melintas di atas rel LRT di kawasan Kampung Makasar, Jakarta Timur, Senin (12/11/2018). Terpantau rel LRT ini sudah dipasang sampai kawasan Halim. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Geliat pembangunan kawasan transit oriented development (TOD) di sepanjang lintasan light rail transit (LRT/kereta api ringan) di Kota Bekasi, kian masif.

Setelah membangun TOD di dekat Gerbang Tol (GT) Bekasi Timur dengan nama LRT City Bekasi Timur, pengembang kini tengah menggarap LRT City Jaticempaka-Gateway Park di Kecamatan Pondok Gede.

Kepala Bidang Perencanaan pada Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Bekasi Erwin Guwinda mengatakan, pembangunan LRT City Jempaka dilakukan oleh PT Adhi Commuter Properti (ACP), yang merupakan anak perusahaan konstruksi dari PT Adhi Karya Tbk.

Pembangunan LRT City Jaticempaka merupakan proyek kedua, sedangkan proyek pertama adalah LRT City Bekasi Timur.

"Sebetulnya ada lima TOD yang akan dibangun di dekat stasiun LRT di Kota Bekasi. Kelima proyek ini dibangun oleh PT Adhi Karya Tbk, lewat anak perusahaannya," kata Erwin, Minggu (18/11/2018).

Erwin menjelaskan, lima TOD yang ada di Kota Bekasi berada di titik Bekasi Timur, Cikunir I, Cikunir II, Bekasi Barat, hingga Jaticempaka. Sedangkan TOD di Cikunir I, Cikunir II, dan Bekasi Barat masih dalam tahap proses perencanaan yang dalam waktu dekat segera dibangun.

"Untuk Cikunir I dan Cikunir II, pengembang tengah mempersiapkan pelebaran jalan di sana, untuk memudahkan aksesibilitas kendaraan di sana," jelasnya.

Kepala Bidang Penataan Ruang pada Distaru Kota Bekasi M Dzikron menambahkan, investasi yang ditanam oleh perusahan pelat merah itu melebihi angka Rp 5 triliun.

"Bila ditotal investasinya cukup besar, namun sebagai gambaran untuk apartemen saja biayanya bisa Rp 1 triliun. Belum pembangunan fasilitas lainnya," paparnya.

Menurut Dzikron, pembangunan TOD sangat dibutuhkan bagi daerah yang menyandang status metropolitan seperti halnya Kota Bekasi. Sebab, keberadaan TOD sangat menunjang masyarakat dalam memperoleh fasilitas, salah satunya kemudahan dalam transportasi umum.

Selain terdapat gedung parkir dan pusat perbelanjaan, kata dia, kebanyakan TOD juga dibangun hunian vertikal berupa apartemen dan hotel.

Dengan kata lain, TOD merupakan pengembangan kota yang mengadopsi tata ruang campuran, karena terdapat berbagai macam fasilitas di dalamnya, yang terintegrasi dengan transportasi umum seperti LRT, kereta Commuter Line, dan bus. (*)

Editor: Damanhuri
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved