Mayat Dalam Drum

Misteri Kepentingan Dufi Datang ke Kontrakan Pelaku, Ini Kata Polisi

Dedi mengatakan, niat jahat muncul dari pelaku saat melihat barang-barang berharga yang dibawa Dufi.

Misteri Kepentingan Dufi Datang ke Kontrakan Pelaku, Ini Kata Polisi
TribunnewsBogor.com/Afdhalul Ikhsan
Kontrakan pelaku pembunuhan Abdullah Fithri Setiawan alias Dufi, Nurhadi di Jalan Swadaya, Kampung Bubulak RT03/04, Desa Bojong Kulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo mengatakan, Abdullah Fithri Setiawan alias Dufi, mantan jurnalis yang ditemukan tewas di dalam drum, telah menjalin interaksi atau komunikasi dengan para tersangka.

Informasi soal ini didapatkan kepolisian setelah memeriksa dan mendapat keterangan dari pelaku yang membunuh Dufi.

Awalnya, almarhum Dufi ingin pergi ke rumah kontrakan pelaku.

Kemudian, ia menghubungi pelaku dan membuat kesepakatan.

"Kemudian korban sudah kontak dulu sama tersangka (N) mau ke kontrakan. 'Oh ya silahkan saja'. Datanglah (korban)," kata Dedi di Gedung Humas Mabes Polri, Jalan Jakarta Selatan, Kamis (22/11/2018).

Saat ditanya lebih jauh soal kepentingan Dufi mendatangi kontrakan pelaku, Dedi menjawab singkat, "Ya bertandang aja ke rumah, karena sudah menjalin komunikasi," kata dia.

Dedi mengatakan, niat jahat muncul dari pelaku saat melihat barang-barang berharga yang dibawa Dufi.

"Karena korban membawa barang-barang ada laptop, handphone, dan dipersepsikan tersangka Nurhadi, korban adalah orang yang berada karena membawa barang berharga. Akhirnya langsung dihajar pakai benda tajam,” ujar Dedi.

Selain M Nurhadi dan istrinya, polisi tengah mengejar dua tersangka lain.

Namun, Dedi tidak menyebutkan peran para tersangka dalam kasus ini.

Halaman
12
Editor: Ardhi Sanjaya
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved