Lion Air JT610 Jatuh

KNKT Ungkap Hasil Investigasi Jatuhnya Lion Air,Pilot Pasrah Tak Bisa Pertahankan Ketinggian Pesawat

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkap hasil investigasi jatuhnya pesawat Lion AirC/S PK-LQP Flight JT610

kolase pegi pegi/abc
Ilustrasi black box pada pesawat Lion Air JT610 

Dikutip dari Kompas.com, Komite Nasional Keselamatan Transportasi ( KNKT) melakukan pertemuan tertutup dengan keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (27/11/2018) siang.

Suasana pemakaman korban Lion Air JT 610 Arif Yustian di TPU Karang Anyar, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor untuk dimakamkan, Jumat (9/11/2018)
Suasana pemakaman korban Lion Air JT 610 Arif Yustian di TPU Karang Anyar, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor untuk dimakamkan, Jumat (9/11/2018) (TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy)

Ketua Sub Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT, Kapten Nur Cahyo Utomo menyebut, pertemuan ini dilakukan secara tertutup karena pihak keluarga dianggap sebagai pihak pertama yang berhak tahu tentang investigasi KNKT.

"Keluarga korban adalah pihak yang berhak tahu terlebih dahulu tentang perkembangan penyidikan KNKT. Untuk rekan-rekan wartawan besok kita lakukan jumpa pers di Jakarta," ujar Nur Cahyo, usai pertemuan dengan pihak keluarga korban di salah satu hotel di Pangkal Pinang, Selasa.

KNKT melakukan pertemuan ini untuk menginformasikan hasil investigasi awal kepada keluarga korban.

Daftar Lengkap 16 Korban Pesawat Lion Air JT 610 yang Teridentifikasi, Salah Satunya Pilot

RS Polri Akan Terima dan Identifikasi Jika Ada Temuan Jenazah Penumpang Lion Air Kembali

Saat ini, KNKT masih terus melakukan penyidikan terkait penyebab jatuhmya Lion Air PK LQP di Perairan Tanjung Karawang, pada Senin (29/10/2018) lalu.

"Ini merupakan laporan awal kepada pihak keluarga (korban). Kita pun masih terus melakukan penyidikan. Keluarga korban menanggapi dengan baik. Tapi, memang mereka berharap agar penyidikan ini tuntas, dan keluarga yang belum teridentifikasi bisa ditemukan," kata Nur Cahyo.

M Rifani, salah satu keluarga korban mengatakan, KNKT menyebut memang ada kerusakan pada pesawat tersebut dalam penerbangan sebelumnya dari Bali ke Jakarta.

Satu mesin pesawat Lion Air PK-LQP berhasil diangkat dari perairan Tanjung Karawang, Sabtu (3/11/2018) sore. (Istimewa: Dok. Dispen Koarmada I).
Satu mesin pesawat Lion Air PK-LQP berhasil diangkat dari perairan Tanjung Karawang, Sabtu (3/11/2018) sore. (Istimewa: Dok. Dispen Koarmada I). (TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino)

"Mereka ( KNKT) tadi mengatakan memang ada kerusakan saat penerbangan dari Bali ke Jakarta. Tapi, tidak jelas apakah pengujian dilakukan oleh komputer atau manusia sehingga diputuskan layak terbang. Apakah perbaikannya belum fix seratus persen, atau dipaksakan terbang, pihak Lion-lah yang tahu," ujar Rifani.

"Kami berharap permasalahan ini dibuka sebagaimana mestinya. Jadi, di dunia penerbangan khusunya di Indonesia, kecelakaan seperti ini tidak terulang. Mudah-mudahan ini menjadi perhatian bagi semua maskapai penerbangan dan juga pemerintah. Jangan seperti ini, setelah ada kejadian baru berbenah, atau malah cuma pura-pura berbenah," tegas Rifani, yang merupakan keluarga dari korban Dede Anggraini.

Hal senada juga diungkapkan oleh keluarga korban lainnya, Dona, yang berharap agar peristiwa ini tidak terulang lagi.

"Semoga peristiwa ini bisa terungkap apa penyebabnya, dan hal ini menjadi perhatian semua pihak. Agar tidak lagi terjadi kecelakaan pesawat seperti ini," ujar Dona, yang merupakan istri dari korban Rangga Adiprana.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved