Jelang Libur Natal dan Tahun Baru, Proyek Pelebaran Jalur Puncak Sudah 90 Persen
Proses pengerjaan pembangunan Jembatan Gadog, di Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, sudah 90 persen.
Penulis: Sachril Agustin Berutu | Editor: Yudhi Maulana Aditama
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Sachril Agustin Berutu
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, MEGAMENDUNG - Proses pengerjaan pembangunan Jembatan Gadog, di Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, sudah 90 persen.
"Pengerjaan yang dilakukan sekarang ini adalah penyiapan badan jalan dan dinding paraton atau dinding untuk pembatas jalan," kata Kepala Pelaksana Proyek Metropolitan II Jakarta dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Samsul Anam, di Jembatan Gadog, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, pada Jumat (14/12/2018).
Ia menjelaskan, pengerjaan penyiapan badan jalan dilakukan dengan proses penimbunan.
Penimbunan yang dilakukan ini, dilakukan dengan memakai batu limestone, yakni sebagai pondasi lapis bawah jalan.
Setelah pemadatan batu limestone selesai, dilanjutkan dengan penimbunan batu agregat, atau bahan yang digunakan sebagai pondasi lapis atas.
"Agar mudah dipahami, pengerjaan sekarang itu pemadatan badan jalan, lalu dilanjutkan pengaspalan," jelasnya.
Samsul mengungkapkan, bila pengaspalan selesai dilakukan, Jembatan Gadog sudah bisa difungsikan.
"Tidak ada peresmian. Bila perbaikan Jembatan Gadog ini sudah rampung seluruhnya, maka sudah bisa dipakai warga untuk melintas," tutur Samsul.
Lainnya, Samsul mengatakan, kontrak untuk perbaikan Jembatan Gadog ini sampai 31 Desember 2018.
Namun, pengerjaan ini dikebut dan harus rampung sebelum libur natal dan tahun baru, yakni sebelum 25 Desember 2018.
Hal ini ia katakan karena bila sudah memasuki waktu libur panjang, lalu lintas di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, akan menjadi sangat padat dan pengerjaan yang dilakukan ini, bisa mengganggu dan menyebabkan kemacetan.
Namun, Samsul sendiri tidak bisa memperkirakan pasti pada tanggal berapa Jembatan Gadog akan rampung seluruhnya.
"Kami optimis sebelum 25 Desember 2018 sudah selesai. Kalau ditanya tanggal berapa pastinya, apakah 23 Desember 2018, 24 Desember 2018, atau kapan, tidak bisa diprediksi. Sebab, cuacanya kan tidak menentu," pungkas Samsul.
Kepala Pelaksana Proyek Metropolitan II Jakarta dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Samsul Anam mengatakan, pengerjaan hanya tinggal penimbunan dan pengaspalan saja.
pembangunan Jembatan Gadog sedang dalam proses merekonstruksi jembatan dan pemasangan girder.
"Target selesainya pembangunan Jembatan Gadog itu sampai akhir Desember 2018, yaitu sebelum 25 Desember 2018," katanya, ketika ditemui di Jembatan Gadog, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jumat (30/11/2018).
Ia menjelaskan, pembangunan Jembatan Gadog yang harus selesai sebelum 25 Desember 2018 ini, untuk mengantisipasi libur natal dan tahun baru.
Hal ini ia katakan karena saat akhir tahun, lalu lintas di jalur Puncak sendiri padat.
"Jalan Raya Puncak sendiri kan merupakan jalur wisata dan akses berlibur masyarakat. Paling tidak sebelum liburan, pekerjaan ini harus selesai agar tidak menggangu aktivitas pengguna jalan," jelasnya.
Namun, Samsul menambahkan, meski waktu pengerjaan tinggal sekira 24 hari lagi, proses pengerjaan Jembatan Gadog ini tidak dikebut.
Dikatakannya, para pekerja dalam mengerjakan proyek ini, bekerja dengan normal.
Hanya saja, sambung Samsul, cuaca yang buruk adalah kendala dalam pengerjaan pembangunan Jembatan Gadog.
"Kendala hanya ketika hujan saja. Jadi kalau misalnya pada siang hari hujan, kami siasati dengan menggeber pengerjaan pada malam harinya. Begitu pun sebaliknya," tutur Samsul.
Lainnya, Samsul optimis pengerjaan Jembatan Gadog ini selesai sebelum 25 Desember 2018.
"Kalo pada Sabtu atau Minggu selesai pembangunan girder, berarti proses pengerjaan sudah 80 persen. Pekerjaan hanya tinggal pembentukan badan jalan, pengaspalan, dan pengecoran saja," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/proyek-pelebaran-jembatan-gadog.jpg)