Istri Gus Dur Ungkap Sifat Keempat Putrinya, Sudjiwo Tedjo: Berarti Jokowi Didukung yang Tak Stabil

Pada acara tersebut, istri Gus Dur, Sinta Nuriyah menjabarkan karakter masing-masing putrinya.

Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Ardhi Sanjaya
Kolase Twitter @maman1965/Kompas.com
Sudjiwo Tedjo dan Keluarga Gus Dur 

Istri Gus Dur Ungkap Sifat Keempat Putrinya, Sudjiwo Tedjo: Berarti Jokowi Didukung yang Tak Stabil

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Istri Presiden ke-4 KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Sinta Nuriyah menceritakan karakter masing-masing keempat putrinya.

Seperti yang diketahui, dari penikahan Gus Dur dan Sinta Nuriyah, keduanya dikaruniai empat anak perempuan.

Keempat anak Gus Dur dan Sinta Nuriyah yakni Alissa Qotrunnada, Zannuba Ariffah Chafsoh (Yenny), Anita Hayatunnufus, dan Inayah Wulandari.

Yenny Wahid juga aktif berpolitik di Partai Kebangkitan Bangsa dan saat ini adalah direktur The Wahid Institute.

Bahkan, kini Yenny Wahid ikut dalam Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin.

Pada tayangan Q & A Metro TV, Rabu (20/12/2018), Sinta Nuriyah menceritakan satu persatu karakter dari keempat anaknya tersebut.

Sinta Nuriyah tampak kesulitan merinci masing-masing karakter dari keempat anaknya.

"Kalau saya harus merinci seperti itu (satu-persatu) susah ya, karena mereka membawa karakter masing-masing, ada persamaannya ada perbedaannya memang iya, tapi yang jelas anak-anak ini menuruni sifat bapaknya, keras kepala," kata Sinta Nuriyah di hadapan keempat putrinya itu.

"Bapaknya keras kepala, ibunya keras kepala, anaknya double keras kepala," kata Alissa Wahid, putri sulung, ikut menanggapi dan disambut tawa para saudaranya.

Kemudian, putri ketiga, Anita Wahid ikut mengomentari juga.

Keluarga Gus Dur
Keluarga Gus Dur (Twitter/@maman1965)

"Ada 3 hal sebenarnya persamaan di antara kami, pertama keras kepalanya, kedua badannya besar-besar, yang ketiga bawelnya minta ampun," urainya.

Dugaan Pengaturan Skor di Final AFF 2010 Dibongkar, Mantan Pemain Timnas Kecewa: Ada yang Berkhianat

Isi Pidato Kwik Kian Gie di Haul Gus Dur ke-9 - Cerita tentang Gus Dur Hingga Kaget Ditunjuk Menteri

Kemudian, Sinta Nuriyah merinci satu persatu karakter dari keempat anaknya.

"Mungkin kalau Mba Alissa itu karena anak pertama, mungkin lebih jiwanya stabil," ujarnya sambil disambut tawa anak-anaknya.

Kemudian terdengar anak-anaknya yang lain menimpali, bahwa ketiga putrinya yang lain tidak stabil.

"Makin ke sini makin nggak stabil Mba kelihatannya," guyon Yenny Wahid.

Kemudian candaan itu ditanggapi lagi oleh Sudjiwo Tedjo.

"Berarti Pak Jokowi Dodo didukung oleh putri (Gus Dur) yang nggak stabil," canda Sudjiwo Tedjo sambil menunjuk Yenny Wahid.

Yenny Wahid pun tampak menjelaskan pernyataan ibundanya.

Kemudian Sudjiwo Tedjo kembali menjelaskan maksudnya.

"Lho nggak, yang paling stabil kan Alissa, berarti Yenny nggak kan? Gitu loh," kata Sudjiwo Tedjo menjelaskan.

Kemudian terlihat dari gerakan mulut Yenny Wahid bahwa ia keheranan dengan pernyataan itu.

"Apa hubungannya?," katanya dilihat dari gerakan bibir.

Sudjiwo Tedjo Bingung Apa Dirinya Masih Netral di Pilpres 2019, Kalau Tidak Memihak Duitnya Incrit

Sempat Kritik Jokowi Soal Foto Karya Tompi, Sudjiwo Tedjo Minta Maaf : Ternyata Aku yang Salah

"Paling, ada kata paling," terang Alissa Wahid mencoba meluruskan.

Kemudian saat diminta menjabarkan karakter Yenny Wahid, Sinta Nuriyah tampak kesulitan.

"Saya paling nggak bisa mengatakan bagaimana Yenny, tapi yang jelas Yenny itu lahirnya mrojol sendiri, langsung di rumah. Nggak ada yang nolong, yang nolongin bapaknya," jelas sang mama.

"Jadi itu berefek pada karakter dia yang seperti apa bu?," tanya Anita Wahid.

Kemudian terdengar saudaranya yang lain tak kuasa menahan tawa.

"Apa-apa maunya sendiri, mbrojol aja sendiri," celetuk Inayah Wahid yang kemudian disambut tawa oleh Yenny Wahid.

Lalu yang ketiga, Anita Wahid, digambarkan Sinta Nuriyah sebagai putrinya yang paling mandiri.

"Sejak kecil mandiri, dulu waktu pertama kali kita pindah ke Jakarta, dia umur 3 tahun, sebetulnya dia itu lebih populer dari bapaknya waktu itu, karena dia suka kemana-mana dan dikenal tetangga," jelasnya.

Kemudian saat menjelaskan karakter putri keempatnya, Sinta Nuriyah tertawa.

"Kalau Inay itu pokoknya lahirnya harus menunggu bapaknya," katanya mengawali cerita.

Rupanya, saat Inayah Wahid hendak lahir, Gus Dur sedang berada di luar kota sehingga Sinta Nuriyah pergi ke rumah sakit sendirian.

"Jam 8 saya sampai di sana (RS), jam 11 itu belum lahir, padahal biasanya 3 jam semua sudah lahir, akhirnya hari Jumat bapaknya datang, lihat saya, lalu mbrojol dia," jelasnya.

"Berarti manja," balas Yenny Wahid.

Ini videonya :

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved