Tsunami di Banten dan Lampung

Kisah Penjaga Tanjung Lesung Beach Resort, Temukan 5 Orang Terkapar di Hotel Saat Tsunami

Yanto yang pada saat tsunami menerjang, sedang pulang sebentar ke rumahnya, itu nyata nya berhasil menyelamatkan nyawanya.

Editor: Yudhi Maulana Aditama
Tribunnews.com/Yanuar Nurcholis Majid
Yanto saat ditemui di Tanjung Lesung Resort Beach 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Mengenakan jas hujan berwarna biru, Yanto (54) tampak cermat mencari-cari sisa pakaian milik para pengunjung Tanjung Lesung Resort Beach pada Kamis (27/12/2018) sore.

Yanto masih ingat betul saat itu malam Sabtu (22/12/2018) ratusan PT PLN Persero tengah mengadakan acara gathering dan festival di acara itu.

Bahkan tak tanggung-tanggung, band sekelas Seventeen didapuk untuk mengisi acaranya.

Tapi kemeriahan kala itu berubah menjadi musibah, ternyata mereka menjadi korban keganasan tsunami Selat Sunda yang terjadi di pesisir Banten-Sumatra Selatan.

Seketika sampai dilokasi, hal tersebut benar adanya.

Mulai dari perahu yang terbalik, sejumlah Jet Ski yang terhampar jauh ke daratan, belasan mobil dan bus yang juga terlempar.

Yanto (54) yang merupakan penjaga sekaligus staf Tanjung Lesung Beach Sport, merasakan angin berhembus pelan, langit pun sedang terang bulan saat musibah datang.

Pemandangan kawasan Kecamatan Sumur yang hancur diterjang gelombang tsunami Selat Sunda di Pandeglang, Banten, Selasa (25/12/2018).
Pemandangan kawasan Kecamatan Sumur yang hancur diterjang gelombang tsunami Selat Sunda di Pandeglang, Banten, Selasa (25/12/2018). (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/ama)

Namun pada pukul 20.00 WIB tempatnya bekerja selama 26 tahun itu dihempas oleh gulungan ombak dengan ketinggian sekira tiga meter.

"Setelah live show, makan malam, abis itu ada pertunjukan Seventeen itu. Baru satu lagu, mau dua lagu datang itu tsunami. Panggungnya ikut tersapu," ungkapnya saat berbincang dengan tim Tribunnews.com.

6 Fakta Sejarah Gunung Krakatau, 3 Hari Tak Ada Sinar Matahari Hingga Kelahiran Gunung Anak Krakatau

Hancur Diterjang Tsunami, Begini Kondisi Diwilayah Kecamatan Sumur Pandeglang Sekarang

Yanto yang pada saat tsunami menerjang, sedang pulang sebentar ke rumahnya, itu nyata nya berhasil menyelamatkan nyawanya.

Namun mendengar kabar tersebut, membuatnya ayah dari tiga anak itu bergegas kembali ke lokasi.

"Restauran, kitchen, aktivitas, boot-boot yang ada ditengah laut itu semua dihempas ke darat dengan ketinggian 3 meter," kenangnya.

Sampai dilokasi, banjir akibat tsunami digambarkan Yanto tersebut masih setinggi pinggangnya.

"Tidak pikir panjang langsung mengevakuasi tamu-tamu yang sudah terkapar di jalan, dipagar," katanya.

Usaha pria paruh baya itu tidak sia-sia. Malam itu didapatkannya lima orang tewas terkapar disekitar Beach Sport.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved