Kenapa Kembang Api Bisa Meledak dengan Mengeluarkan Warna Cantik ? Begini Penjelasannya

Ketika elektron anjlok kembali ke tingkat energi yang lebih rendah, kelebihan energi akan dipancarkan sebagai Cahaya.

Kenapa Kembang Api Bisa Meledak dengan Mengeluarkan Warna Cantik ? Begini Penjelasannya
Tribunnews.com
Pesta kembang api memeriahkan pembukaan Asian Games ke 18 di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu (18/8/2018). Sebanyak 45 negara peserta Asian Games akan bertanding pada 40 cabang olahraga hingga 2 September mendatang. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Merayakan pergantian tahun identik dengan hingar bingar pesta dan kemeriahan Kembang Api yang mampu membuat decak kagum akan aneka warna.

Lantas, apa sebenarnya kandungan Kembang Api sehingga sangat menarik?

Melansir Live Science, (3/7/2017), semua Kembang Api dikemas dengan campuran bahan kimia agar bisa menghasilkan ledakan dan aneka warna.

Pada setiap Kembang Api, ada bagian yang disebut cangkang udara, sebuah tabung yang berisi bubuk mesiu dan ratusan "bintang" kecil berukuran tiga sampai empat sentimeter.

Menurut American Chemical Society (ACA), "bintang" kecil itu mengandung bahan bakar, zat pengoksida, pengikat, dan garam logam (logam oksida) yang memberi warna Kembang Api.

Saat sumbu Kembang Api dinyalakan dan bubuk mesiu terbakar, tak lama cangkang udara akan meledak.

Hal ini membuat "bintang" kecil di dalam cangkang itu menyebar ke atas dan memancarkan Cahaya berwarna yang indah.

Hal ini karena ketika terpapar api, bahan bakar dan zat pengoksidasi "bintang" menghasilkan panas yang sangat cepat dan mengaktifkan logam yang mengandung pewarna.

Nia Ramadhani Semprot Billy Syahputra yang Sangat Perjuangkan Hilda Vitria : Emang Dia Kenapa Sih ?

Saat dipanaskan, atom dalam senyawa logam menyerap energi sehingga menyebabkan elektron menata ulang dari tingkat energi terendah ke tingkat yang lebih tinggi.

Ketika elektron anjlok kembali ke tingkat energi yang lebih rendah, kelebihan energi akan dipancarkan sebagai Cahaya.

Halaman
12
Editor: khairunnisa
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved