Disindir Jadi Karyawan Politik Bohir Hitam, Tsamara Amany Tantang Dahnil Anzar: Siapa ya Mas?
Bandingkan Tsamara Amany dengan Soekarno-Hatta, Dahnil Anzar ditantang mention langsung.
Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Damanhuri
Disindir Jadi Karyawan Politik Bohir Hitam, Tsamara Amany Tantang Dahnil Anzar: Siapa yang Mas?
TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Koordinator jubir Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar mengomentari cuitan yang sedang membicarakan caleg dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany.
Cuitan itu membandingkan Tsamara Amany dengan sosok Soekarno dan Mohammad Hatta, yang sama-sama berpolitik di usia yang masih muda.
Namun, Dahnil Anzar menegaskan kalau sosok Tsamara Amany sangat berbeda dengan dua tokoh Nasional tersebut.
Dahnil Anzar tampak mengomentari cuitan dari akun Twitter @JJRizal.
Akun itu mengomentari postingan @thejakartaglobe soal sosok Tsamara Amany.
"At 22, Tsamara Amany has quickly become one of the youngest and most outspoken politicians in Indonesia. A member of the Indonesian Solidarity Party (PSI), she is known for her quick wit and her penchant for calling out senior politicians on social media. #JGWomenWednesdays," tulis akun itu.
(Pada usia 22, Tsamara Amany dengan cepat menjadi salah satu politisi termuda dan paling vokal di Indonesia. Seorang anggota Partai Solidaritas Indonesia (PSI), ia dikenal karena kecerdasannya dan kegemarannya memanggil politisi senior di media sosial. #JGWomenWednesdays)
Kemudian, akun Twitter @JJRizal mengomentari postingan itu dan membandingkan dengan sosok Soekarno-Hatta.
• Ramai Diperbincangkan Caleg Akan Tampar Tsamara Amany, Yunarto Wijaya : Hebat Juga Kadernya Pak SBY
• Hengky Kurniawan Buat Sekolah Ibu untuk Kurangi Perceraian, Tsamara: Memang Cerai Selalu karena Ibu?
Ia menuliskan antara Tsamara Amany dengan kedua tokoh nasional itu, yakni para tokoh tersebut tidak merapat ke Istana dalam mengawali karier politiknya.
"ingat sukarno, hatta, sjahrir memang berpolitik sejak muda, tapi mereka memulainya dg berdiri di seberang kekuasaan seraya membangun sikap kritis, bahkan antagonistis terhadap kekuasaan
mereka tdk merapat ke istana lantas jd jubir gubernur jenderal, mereka menempuh jalan pedang," tulisnya.
Nah komentar itulah yang ditanggapi oleh Dahnil Anzar.
Ia menyebut kalau Soekarno-Hatta tidak jadi alat dan karyawan politik.
Bahkan, Dahnil Anzar menyebut kalau Soekarno-Hatta tidak jadi alat dari bohir hitam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/tsamara-amany-dan-dahnil-anzar.jpg)