Kasus Ahmad Dhani

Sebut Lapas Cipinang Overload, Fahri Hamzah : Tidak Semua Orang Harus Ditahan

Fahri memaparkan, dirinya mampir ke Lapas Cipinang untuk meninjau ruangan tempat narapidana ditahan, sekaligus bertemu dengan Ahmad Dhani.

Editor: Yudhi Maulana Aditama
Kompas.com
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (17/11/2017).(KOMPAS.com/Nabilla Tashandra) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah meninjau Lembaga Pemasyarakatan atau Lapas (LP) Cipinang, Jakarta, Selasa (29/1/2019).

Hal tersebut seperti disampaikan Fahri Hamzah melalui video yang diunggah di saluran YouTube Fahri Hamzah Official.

Fahri memaparkan, dirinya mampir ke Lapas Cipinang untuk meninjau ruangan tempat narapidana ditahan, sekaligus bertemu dengan Ahmad Dhani.

"Seperti biasa saya memang sering mampir, dan kebetulan ada kasus besar juga yang dianggap oleh masyarakat cukup menarik perhatian," katanya.

Fahri memaparkan, dirinya sempat bertemu sebentar dengan Ahmad Dhani yang ditahan di sana.

"Juga meninjau ruangan-ruangan, tempat narpidana di sana, sahabat dan saudara kita yang sedang menjalani masa sebagai warga binaan," imbuhnya.

Fahri memang diketahui kerap berkunjung ke sejumlah lapas untuk melakukan pengecekan.

"Dan ini dulu waktu saya menjadi pimpinan komisi III, faktanya (kondisi lapas) masih sama," ujar Fahri.

"Lapas itu masih overload semua. Kalau ini empat banding satu sebenarnya kapasitasnya. Satu (sel) ditempati oleh empat orang," papar Fahri Hamzah.

78 Hari Menuju Pemilu, Fahri Hamzah Cuitkan Soal Sandiwara dan Wajah Tipuan

Fahri Hamzah Minta Pimpinan PKS Mundur, Mardani Ali Sera : Pak Sohibul Dicintai Semua Kader

Menurut Fahri, Lapas Cipinang ini jika ditinjau dari sisi hak asasi manusia, masih belum memadai.

Fahri lantas memaparkan, kedepannya, perlu ada reformasi hukum yang memungkinkan agar tidak terlalu banyak orang yang harus ditahan.

"Karena semua lapas itu overload. Dan yang berbahaya lagi karena mayoritasnya itu narkoba," ungkapnya.

"Seperti disini, 70 persen (narapidana kasus) narkoba," sambungnya.

Fahri lantas mengatakan, banyaknya narapidana narkoba di dalam satu lapas itu bisa berbahaya.

Menurutnya, hal tersebut bisa menjadi sebab adanya upaya-upaya untuk mengedarkannya kembali di dalam lapas.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved