Seminar International Womens Day di Bogor: Tidak Boleh Ada Lagi Diskriminasi

Kabupaten Bogor memiliki 5,8 juta sumber daya manusia yang masuk program termasuk pemberdayaan perempuan.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Ardhi Sanjaya
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Bogor Women's Club (BWC) menggelar seminar 'Woman Empowerment and gender Equity' di Hotel Olympic Renotel, Sentul, Bogor, Jumat (8/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BABAKAN MADANG - Menyambut Hari Perempuan Sedunia, Bogor Women's Club (BWC) menggelar seminar 'Woman Empowerment and gender Equity' di Hotel Olympic Renotel Sentul, Bogor, Jumat (8/3/2019).

Dalam acara ini, pembicara diisi oleh Bupati Bogor Ade Yasin yang diwakilkan oleh Kepala Bappeda Syarifah, Miss Indonesia 2015 Imelda Fransisca, Bussines Women Anna Hartawan dan Leader BWC Dewi Puspasari.

Syarifah mengatakan bahwa Kabupaten Bogor memiliki 5,8 juta sumber daya manusia yang masuk program termasuk pemberdayaan perempuan.

"Di masyarakat masih ada yang mengutamakan lelaki dibanding perempuan, sehingga pemerintah masih memberikan pemberdayaan. Bicara kesamaan, maka tidak boleh ada lagi diskriminasi," kata Syarifah dalam seminar tersebut, Jumat (8/3/2019).

Ia menjelaskan bahwa Pemkab Bogor juga membuat tabel data untuk melihat jumlah kehadiran lelaki dan perempuan.

Pemerintah menurutnya harus berkomitmen hingga tidak ada diskriminasi dan harus ada kebijakan, peraturan, surat keputusan dan lebih mengutamakan perempuan di dalam satu komunitas.

"Jika perempuan tidak didorong, seperti di politik harus ada keterwakilan, harus dipaksakan, karena orang juga tidak mengutamakan perempuan. Kalau kita lihat di dunia pendidikan, rata-rata yang maju, yang juara pasti perempuan, yang nilainya kebih tinggi, apalagi di dunia kedokteran," katanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved