TRIBUNWIKI - Apa Itu MRT? Ini 13 Daftar Stasiun MRT Jakarta dan Alasan Pembangunannya
MRT jakarta sudah resmi diresmikan oleh Presiden Jokowi, Minggu (24/4/2019)
Dalam peresmian ini, Jokowi didampingi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Menteri Perhubungan Budi Karya, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan HAM Wiranto, dan lainnya.
Ada juga para artis seperti Reza Rahardian, Andien, Nirina Zubir, dan Cathy Sharon.
Ini merupakan MRT yang pertama di Indonesia.

MRT Adalah
Dilansir id.wikipedia.orh, MRT adalah ebuah sistem transportasi transit cepat menggunakan kereta rel listrik. Merupakan singkatan dari Mass Rapid Transit , atau Moda Raya Terpadu atau Angkutan Cepat Terpadu.
• Download Lagu MP3 Terbaru Via Vallen Pamer Bojo Dan Full Album Lagu Hits Lainnya
• 10 Cara Agar Baterai Smartphone Kita Awet Dan Tak Cepat Habis, Sinyal Bisa Jadi Pengaruh
• Asisten Raffi Ahmad Hilangkan Tas Hampir Dipecat, Merry Emosi Nangis Sebut Babu, Nagita Bereaksi Ini
Jalur MRT Jakarta rencananya akan membentang kurang lebih ±110,8 km, yang terdiri dari Koridor Selatan–Utara (Koridor Lebak Bulus–Kampung Bandan) sepanjang ±23,8 km dan Koridor Timur – Barat sepanjang ±87 km
MRT Jakarta menggunakan kereta rel listrik produksi Sumitomo Corporation, Jepang, bekerjasama dengan Nippon Sharyo. Kontrak antara PT MRT Jakarta dan Sumitomo Corporation telah ditandatangani pada tanggal 3 Maret 2015. KRL yang akan dioperasikan MRT Jakarta menggunakan sistem pengoperasian kereta api otomatis.
![]()
Stasiunnya:
- Lebak Bulus (LBB) (Stasiun akhir serta merupakan lokasi depot dan kantor operasional MRT Jakarta)
- Fatmawati (FTM)
- Cipete Raya (CPR)
- Haji Nawi (HJN)
- Blok A (BLA) (Merupakan lokasi TOD terintegrasi dengan pasar Blok A)
- Blok M (BLM) (Salah satu stasiun yang memiliki tiga jalur rel)
- Sisingamangaraja (SSM)
- Senayan (SNY)
- Istora
- Bendungan Hilir (BNH)
- Setiabudi
- Dukuh Atas (Stasiun yang terintegrasi dengan kereta bandara, LRT, dan TransJakarta)
- Bundaran Hotel Indonesia (BHI) (Stasiun terminus di seksi 1)
• Syahrini Naik Private Jet di 2014-2017 Tanpa Endorse & Dana Pak Haji, Aisyahrani: Mau Percaya Monggo
• Kontroversional dan Dijuluki Ratu Nyinyir, Begini Perlakuan Nikita Mirzani pada Kedua Anaknya
Rencana Puluhan Tahun
Moda transportasi MRT sudah direncanakan selama puluhan tahun lalu melewati masa pemerintahan beberapa presiden dan gubernur DKI Jakarta.
Diketahui MRT telah melewati proses yang sangat panjang hingga akhirnya terwujud pada tahun 2019 ini.
Berdasarkan informasi yang dirangkum Pemerintah Provinsi Jakarta, Presiden ketiga BJ Habibie menyusun desain dasar proyek MRT Blok M pada tahun 1995.
Ketika itu, Habibie masih menjabat sebagai menteri riset dan teknologi.
Pada tahun yang sama, Gubernur DKI Jakarta pada saat itu, Ali Sadikin, membentuk unit manajemen proyek sistem angkutan umum massal Jakarta.
Kemudian pada 1998, Gubernur DKI Sutiyoso memulai kembali rencana pembangunan MRT.
Stasiun Lebak Bulus menjadi stasiun akhir dari rute MRT fase 1 lintas Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia (HI).
Pada 2015, Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan bahwa proyek MRT Jakarta adalah proyek nasional.
Berdirinya PT MRT
Selanjutnya pada 2007, Fauzi Bowo yang menjabat sebagai wakil gubernur mendorong revisi Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1992 tentang Perkeretaapian menjadi UU Nomor 23 Tahun 2007.
Setelah revisi itu, PT MRT Jakarta dapat resmi berdiri. Pada 2009, Fauzi Bowo yang sudah menjabat sebagai gubernur menandatangani naskah perjanjian penerusan hibah proyek MRT.
Perwujudan mimpi membuat MRT dilanjutkan Jokowi ketika menjabat sebagai gubernur pada 2011.
Jokowi memulai lelang fisik MRT fase I dan mengubah komposisi pinjaman.
Pemprov DKI menanggung 51 persen pembiayaan dan pemerintah pusat menanggung 49 persen.
Selanjutnya aset akan terus dihibahkan kepada Pemprov DKI Jakarta.
Pada Oktober 2013, Jokowi meletakan batu pertama proyek MRT.
Tahun 2015, Gubernur Basuki Tjahaja Purnama melanjutkan proyek dengan melakukan pembebasan lahan.
Basuki memberi insentif kepada pemilik lahan di sepanjang Jalan Fatmawati yang melepas tanahnya demi proyek MRT.
Kemudian pada 2017, Gubernur Djarot Saiful Hidayat menandatangani Pergub Nomor 140 Tahun 2017 tentang Penugasan PT MRT Jakarta Sebagai Operator Utama Pengelola Kawasan Transit Oriented Development Koridor Utara-Selatan Fase I MRT.
Setelah itu sejak 2017, Gubernur Anies membuat kebijakan fiskal untuk menyiapkan dan mengatur APBD DKI Jakarta Anies memastikan operasional MRT dapat berjalan dan pembangunan MRT Fase II nantinya lancar secara finansial.
Keputusan politik Jokowi Bulan lalu, Jokowi pernah menceritakan dirinya yang masih menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta menghadapi dilema ketika harus memutuskan proyek MRT.
• Hidup Maia Estianty dan Ahmad Dhani Berubah 360 Derajat, Ini Kata Al Ghazali
Jokowi mengatakan, proyek MRT sudah direncanakan di Pemprov DKI Jakarta selama 26 tahun, tetapi tak kunjung dieksekusi.
Dia menyampaikannya ketika menghadiri acara deklarasi dukungan dari alumni SMA se-Jakarta.
"Kenapa tidak segera diputuskan? Karena dari hitungan dan kalkulasi, terus dihitung, selalu hitungannya adalah rugi sehingga tidak berani diputuskan sampai 26 tahun," ujar Jokowi di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (10/2/2019).
Jokowi melanjutkan, sebenarnya pemerintah tidak boleh berbicara soal untung rugi dalam masalah ini.
Penyandang disabilitas yang tergabung dalam Jakarta Barier Free Tourism atau JBFT mengikuti uji coba publik pengoperasian MRT di Stasiun Bundaran HI, Jakarta Pusat, Sabtu (16/3/2019).
Penyandang disabilitas yang mengikuti uji coba MRT terdiri dari berbagai ragam disabilitas. Mulai dari pengguna kursi roda, tunanetra, insan tuli dan ragam disabilitas lainnya.(KOMPAS.COM/GARRY LOTULUNG) Pemerintah harus melihat dari sudut pandang ekonomi makro.
Akibat kemacetan di Jakarta, kerugian yang dialami setiap tahunnya mencapai Rp 100 triliun.
Jumlahnya akan terus menerus bertambah jika tidak ada terobosan untuk mengatasinya.
Jokowi mengatakan, hal inilah yang membuatnya memutuskan untuk memulai proyek MRT.
"Kalau hitungannya hanya untung rugi, enggak mungkin kita putuskan, tetapi kita harus lihat kerugian makro itu," ujar Jokowi.
"Ini adalah keputusan politik yang saya ambil dengan segala risiko yang juga pasti saya terima. Ada yang mencaci maki saya, silakan. Ada yang menghina, menghina, menghina, silakan, enggap apa-apa," ujarnya.
Dilansir dari wikipedia, MRT Jakarta singkatan dari Mass Rapid Transit Jakarta, Moda Raya Terpadu atau Angkutan Cepat Terpadu Jakarta adalah sebuah sistem transportasi transit cepat menggunakan kereta rel listrik yang sedang dibangun di Jakarta.
Proses pembangunan telah dimulai pada tanggal 10 Oktober 2013 dan diperkirakan selesai pada 1 Maret 2019.
• Raffi Ahmad Lebih Pilih Bilqis Ketimbang Gempi, Atta Halilintar: Bukan Karena Deket Sama Ibunya Kan?
Alasan dibangunnya MRT
Jakarta adalah ibu kota Indonesia dengan penduduk sebanyak 9 juta jiwa.
Diperkirakan bahwa lebih dari empat juta penduduk di daerah sekitar Jabodetabek menempuh perjalanan ke dan dari kota setiap hari kerja.
Masalah transportasi semakin mulai menarik perhatian politik dan telah diprediksikan bahwa tanpa terobosan transportasi utama, kemacetan akan membanjiri kota dan akan menjadi kemacetan lalu lintas yang sangat parah sehingga kendaraan tidak bisa bergerak bahkan pada saat baru keluar dari garasi rumah pada tahun 2020.
Sejak tahun 1980 lebih dari dua puluh lima studi subjek umum dan khusus telah dilakukan terkait dengan kemungkinan sistem Mass Rapid Transit (MRT) di Jakarta.
Salah satu alasan utama yang menunda penanggulangan masalah ini adalah krisis ekonomi dan politik 1997-1999.
Sebelum krisis, sebuah Build-Operate-Transfer (BOT) yang dianggap sebagai bagian dari MRT baru melibatan sektor swasta.
Setelah krisis, rencana mengandalkan BOT untuk menyediakan pembiayaan terbukti tidak layak dan proyek MRT kembali diusulkan sebagai skema yang didanai pemerintah.
Transportasi umum di Jakarta saat ini hanya melayani 56% perjalanan yang dilakukan oleh komuter sehari-hari.
Angka ini sangat perlu untuk ditingkatkan sebagai kota dengan tingkat rata-rata tahunan pertumbuhan kendaraan bermotor sebesar 9,5% yang jauh melebihi panjang jalan antara 2005 dan 2010 dengan kenaikan hanya sebesar 0,01%.
Transportasi umum di Jakarta sekarang terutama terdiri dari berbagai jenis bus, mulai dari bemo yang sangat kecil dan mikrolet yang sedikit lebih besar, hingga mikrobus seperti MetroMini dan Kopaja, selain bus kota ukuran penuh serta sistem angkutan cepat bus Transjakarta.
Terdapat juga taksi dengan roda dua (ojek) dan empat serta sistem Kereta Commuter Jabodetabodetabek.
// // //
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/uji-coba-rangkaian-kereta-pertama-mrt-jakarta_20180823_140116.jpg)