Pilpres 2019

Jatah Kursi Menteri untuk Demokrat Belum Jelas Jika Prabowo Menang Pilpres, PAN dan PKS Sudah Aman?

Sejumlah partai pengusung Prabowo Subianto di Pilpres 2019 akan mendapatkan jatah kursi menteri jika Prabowo-Sandi menang di Pilpres 2019.

Penulis: Damanhuri | Editor: Yudhi Maulana Aditama
Kompas.com
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono saat menerima calon presiden Prabowo Subianto di kediaman SBY di Kuningan, Jakarta, Jumat (10/8/2018).(Abror Rizki) 

"Setelah saya klarifikasi maksud Pak Hashim adalah masih dipertimbangkan jumlah kursi yang ditawarkan untuk Demokrat. Semoga hal ini dipahami secara baik oleh semua pihak,” ujar AHY di sela-sela kampanyenya di Semarang, Jawa Tengah, Senin (1/4/2019) malam.

Agus Harimurti Yudhoyono saat berorasi di hadapan ribuan partisipan Partai Demokrat di GPU Kajen Kabupaten Pekalongan, Selasa (2/4/2019) sore.
Agus Harimurti Yudhoyono saat berorasi di hadapan ribuan partisipan Partai Demokrat di GPU Kajen Kabupaten Pekalongan, Selasa (2/4/2019) sore. (TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO)

AHY mengaku pernah mendapat tawaran jabatan Menteri secara langsung oleh Prabowo Subianto. Prabowo memberikan penawaran tersebut dalam kapasitasnya sebagai calon presiden yang sedang menggalang koalisi.

"Sama seperti partai pengusung Prabowo-Sandiaga Uno lainnya saya pernah ditawari langsung oleh Pak Prabowo dalam kapasitas beliau sebagai capres untuk menggalang koalisi,” kata AHY.

Menurut AHY, saat ini pihaknya fokus untuk memastikan masyarakat tahu Partai Demokrat berjuang untuk kesejahteraan rakyat lima tahun mendatang melalui 14 prioritas.

Prioritas-prioritas tersebut antara lain peningkatan kualitas hidup rakyat, mengurangi kemiskinan dan kesenjangan sosial, kesejahteraan masyarakat serta keadilan.

"Kami tidak melihat itu sebagai sesuatu yang penting, tapi membicarakan jabatan Menteri, berapa porsinya, pos mana saja, justru dikhawatirkan bisa melukai perasaan rakyat," ujarnya.

Menurut AHY, pembahasan tersebut bisa dilakukan setelah hari pemilihan umum pada 17 April 2019.

"Secara prgamatis Demokrat menginginkan orang-orang berkapasitas dan berintegritas untuk melakukan perubahan pada pemerintahan ke depan,” katanya.

Ditantang Pendukung Prabowo di Pilpres 2019, Yunarto Wijaya Siap Pindah Negara Jika Jokowi Kalah

Rencana pembagian jatah Menteri di kubu Prabowo-Sandi mendapat respon dari kubu capres nomor urut 01, Joko Widodo ( Jokowi ).

Menurut Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin, Hasto Kristiyanto menilai rencana bagi-bagi kursi Menteri di kubu Prabowo-Sandi merupakan sesuatu yang belum waktunya.

"Bagaimana mau bagi-bagi kursi Menteri kalau pemilu saja belum. Sehingga kalau itu orang Jawa (menyebutnya) nggege mongso (menginginkan sesuatu yang belum waktunya)," kata Hasto Kristiyanto di Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (2/4/2019) dikutip dari Tribunnews.com.

Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) itu juga mengatakan, proyeksi bagi-bagi kursi Menteri yang dilakukan kubu Prabowo Subianto artinya mencoba mendapatkan dukungan dari pihak lain.

"Itu sebagai sebuah cara ketika upaya hoaks dan fitnah gagal dilakukan mau mencoba dengan upaya bagi kursi Menteri," ujar Hasto.

Pembagian Belum Final

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved