Breaking News:

Tanggapi Keluhkan Sel Tahanan dari Ratna Sarumpaet, Polisi: Kalau Enggak Suka Jangan Masuk Penjara

Terdakwa kasus berita bohong alias hoaks Ratna Sarumpaet mengeluhkan ruang tahanannya tidak layak.

Editor: Damanhuri
Tribunnews/JEPRIMA
Tersangka penyebaran hoax dan ujaran kebencian Ratna Sarumpaet bersama penyidik Polda Metro Jaya saat akan melimpahkan tahap dua berita acara pemeriksaan (BAP) kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (31/1/2019). Tersangka dan barang bukti diserahkan kepada Kejari Jaksel setelah berkas kasus kebohongan Ratna dinyatakan lengkap (P21). (Tribunnews/Jeprima) 

Argo Yuwono juga memastikan seluruh tahanan tidak tidur di ubin. Setiap tahanan tidur menggunakan alas.

"Bukan tidur di lantai, tidak. Ada kayu tinggi, lalu dilapisi tikar dan dikasih kasur," beber Argo Yuwono.

Ratna Sarumpaet terancam hukuman hingga 15 tahun penjara jika terbukti bersalah.

"Hukuman Ratna Sarumpaet 15 tahun penjara," ucap Argo Yuwono.

Ratna Sarumpaet didakwa melanggar pasal 14 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana, dan Pasal 28 juncto Pasal 45 Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Saat ini Ratna Sarumpaet sudah enam bulan lebih mendekam di balik jeruji besi.

Penangguhan tahanannya juga tidak kunjung dikabulkan polisi. Kini, Ratna Sarumpaet kembali mengajukan penangguhan tahanan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Argo Yuwono mengatakan, setelah memasuki persidangan Ratna merupakan tahanan titipan dari pengadilan. Jadi, yang mengabulkan tahanan kota pengadilan bukan lagi Polda Metro Jaya.

"Tahanan kota Ratna itu sekarang wewenang hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan," terang Argo Yuwono.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved