Pernah dapat Tugas Mission Impossible,Kwik Kian Gie Sebut Hanya 3 Presiden yang Berani Perangi Asing

Kwik Kian Gie menceritakan kalau ia pernah mendapat tugas berat yang dianggap sebagai 'Mission Impossible'.

Pernah dapat Tugas Mission Impossible,Kwik Kian Gie Sebut Hanya 3 Presiden yang Berani Perangi Asing
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Kwik Kian Gie menyebut hanya ada 3 presiden RI yang berani melawan asing 

"Dengan masuknya investasi asing di proyek penting di negeri ini, pengolaan penting di negeri ini, apakah benar ini tidak akan menganggu kedaulatan, Pak Kwik?," ujar pembawa acara.

Kwik Kian Gie
Kwik Kian Gie (Tribunnews.com)

Kwik Kian Gie lalu mengatakan asing yang masuk ke negara Indonesia bisa dibagi menjadi dua, yakni untung rugi secara komersial dan untung rugi secara kedaulatan.

"Jadi kita harus membedakan untung rugi secara komersial dan kedaulatan," ujar Kwik.

"Secara untung rugi itu kan investor asing di-invite dengan karpet merah oleh karena sangat dibutuhkan."

Kwik lalu bercerita pengalamannnya menghadapi perusahaan maupun pimpinan asing.

"Saya akan cerita dua pengalaman, yang pertama dari mulutnya Pak Adam Malik almarhum bercerita pada saya bahwa waktu Indonesia pertama kali, ini bukan zaman Pak Jokowi, ini zaman Pak Harto.'

"Pertama kali invite investor asing itu City Bank mau masuk, City Bank mau masuk silahkan tapi harus sekarang juga mendepositokan uangmu di dalam negeri sambil menunggu izin keluar."

Rekam Jejak Kwik Kian Gie Sebelum Merapat ke Tim Prabowo, Jabat Menteri Hingga Diperiksa Kejati

Jadi Penasihat Tim Prabowo-Sandiaga Uno, Kwik Kian Gie Ungkap Kekecewaannya Pada Jokowi

Heboh Kabar Kwik Kian Gie Meninggal Ternyata Hoax, Menantunya Sampai Alami Ini Saat Jam 4 Pagi

"Dia mendepositokan uang tingkat bunganya tinggi sekali waktu itu, dia izin. Izinnya satu tahun lebih baru keluar, waktu izin keluar dan dia beroperasi uangnya sudah kembali, bagian terbesar dari bunga yang dibayar oleh pemerintah jadi hampir 0."

"Sesudah itu karena nama besar, masyarakat percaya menabung di sana, tabungan itulah yang dipakai untuk membiayai perusahaan-perusahaan Amerika, jadi perusahaan Amerika beroperasi dibiayai oleh bangsa Indoensia, dipimpin oleh orang asing. Ini Pak Adam Malik."

Pembawa acara bertanya apakah hal itu bisa menganggangu kedaulatan.

Halaman
123
Penulis: yudhi Maulana
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved