Bawaslu Kaji Dugaan Kasus Pembobolan 21 Kotak Suara oleh Ketua PPS di Banyumas

Namun, kata Saleh, pembukaan segel kotak suara oleh Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan anggotanya

Bawaslu Kaji Dugaan Kasus Pembobolan 21 Kotak Suara oleh Ketua PPS di Banyumas
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
ILUSTRASI FOTO - Petugas sedang mengangkat kotak suara untuk Pemilu 2019 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) mengkaji kasus dugaan pembobolan kotak suara di gudang penyimpanan di Balai Desa Notog, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Koordinator Divisi Penindakan Bawaslu Banyumas Saleh Darmawan mengatakan tengah meminta keterangan dua orang terduga pelaku dan sejumlah saksi yang melihat kejadian tersebut, Jum’at (19/4/2019) malam.

“Kami masih klarifikasi kepada terduga pelaku dan saksi. Kami juga akan meminta keterangan Ketua PPK( Panitia Pemungutan Kecamatan) Patikraja. Hari ini kami bahas di Gakkumdu (Penegakan Hukum Terpadu),” katanya di Purwokerto, Jawa Tengah, Sabtu (20/4/2019).

Menurut Saleh kedua terduga pelaku dapat dijerat dengan Pasal 534 jo 535 jo 551 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu dan Pasal 363 ayat (1) KUHP.

Apabila terbukti pelanggaran Pemilu penyelesaian dilakukan Gakkumdu, namun apabila masuk pidana umum akan diserahkan kepada polisi.

“Dari fakta yang terungkap melalui whatsapp group PPS, di sana ada kalimat dari Ketua PPK yang menyatakan untuk mempercepat proses sinkronisasi, bila perlu membuka kotak suara bisa merapat ke Notog (tempat rekapitulasi kotak suara sekaligus gudang penyimpanan kotak suara),” ujar Saleh.

Viral Video Warga Buang dan Bakar Pemberian Sumbangan Caleg Gara-Gara Ucapan Ini

Tanggapi Amien Rais yang Sebut Prabowo Unggul di Jawa Timur, Ernest Prakasa : Minum Obat Mbah

Namun, kata Saleh, pembukaan segel kotak suara oleh Ketua Panitia Pemungutan Suara ( PPS) dan anggotanya tidak disaksikan oleh saksi dari partai politik, saksi capres dan pihak pengawas pemilu.

Pembukaan segel juga tidak disertai dengan berita acara.

“Pada saat membuka segel tidak disaksikan siapa pun, dan ini memang tidak diperbolehkan. Kotak suara boleh dibuka ketika rekapitulasi ketika terjadi selisih suara,” jelas Saleh.

Menurut Saleh, sampul C1 yang sempat dibawa kedua terduga pelaku masih utuh.

Terduga pelaku kemungkinan belum membuka sampul tersebut, karena saat dalam perjalanan pulang, mereka diminta kembali lagi ke gudang.

BPN dan TKN Saling Klaim, Ketua KPU Minta Kubu Jokowi dan Prabowo Bersabar

Sering Tak Disadari, 5 Zodiak Ini Ternyata Paling Peka Jika Ada Orang yang Sedang Berbohong

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bawaslu Kaji Kasus Pembobolan 21 Kotak Suara oleh Ketua PPS di Banyumas",
Penulis : Kontributor Banyumas, Fadlan Mukhtar Zain
Editor : Aprillia Ika

Editor: khairunnisa
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved