Selama Periode Mudik Lebaran 2019, Kemenhub Terapkan Sistem Satu Arah di Jalan Tol

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan menerapkan sistem satu arah di sepanjang jalan tol Trans Jawa guna mencegah kemacetan

Tribunnews/JEPRIMA
Suasana arus lalulintas gerbang Tol Cikarang Utama, Jawa Barat, Selasa (12/6/2018). Memasuki tiga hari jelang perayaan Hari Raya Idul Fitri, kondisi arus lalu lintas di depan Gerbang Tol Cikarang Utama masih terpantau ramai lancar. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan menerapkan sistem satu arah di sepanjang jalan tol Trans Jawa guna mencegah kemacetan selama periode Angkutan Lebaran 2019.

Kebijakan tersebut diambil sesuai kesepakatan dengan Kakorlantas Polri, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), dan Jasa Marga.

"Kami sepakat menggunakan sistem one way. Kenapa one way? Karena ada kecenderungan masyarakat mudik dengan rombongan, bisa 2-3 mobil kemudian kalau ada yang (bernomor) ganjil dan yang genap pasti akan terpisah mobilnya," kata Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi di Jakarta, Kamis (9/5/2019).

"Selain itu kalau kami berlakukan ganjil genap dan masyarakat tidak tahu pasti akan ada penumpukan di pintu- pintu yang akan kita berlakukan ganjil genap, sehingga kita cenderung memilih one way,” imbuhnya.

Sistem one way ini akan diberlakukan untuk arus mudik mulai dari Cikarang Utama sampai dengan KM 262/ Brebes Barat.

“Kendaraan dari arah timur nanti dari Brebes barat akan keluar menggunakan jalan arteri atau jalan negara sampai ke Cirebon kemudian Indramayu sampai ke Jakarta. Ini mulai berlaku pada tanggal 30 Mei- 2 Juni dan berlangsung selama 24 jam,” jelas Dirjen Budi.

Sementara untuk arus balik, sistem one way berlaku mulai dari Palimanan sampai KM 29.

"Jadi masyarakat yang dari Jakarta ke arah Bekasi masih bisa menggunakan jalan, karena tahun sebelumnya kami mendapat protes juga dari masyarakat Bekasi. Sehingga sekarang masyarakat Bekasi yang dari Jakarta tidak terkena aturan ini,” ujar Dirjen Budi.

Ketika diminta tanggapan mengenai perekonomian masyarakat di jalan non tol agar tetap berjalan, Dirjen Budi menyatakan hal tersebut memang telah menjadi salah satu perhatiannya saat membuat kebijakan.

“Sesuai dengan arahan Bapak Presiden kepada Menteri Perhubungan, Presiden ingin agar perekonomian rakyat tetap berjalan baik. Dengan kita berlakukan one way ini kita harapkan masyarakat dari Semarang saat arus mudik akan pakai jalan negara biasa," tutur dia.

Halaman
12
Editor: Damanhuri
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved