Info Kesehatan

Tidak Memutihkan, Ternyata Pasta Arang Justru Merusak Gigi

Secara historis, mengonsumsi arang berguna untuk membantu meringankan gas dan masalah pencernaan.

Editor: Vivi Febrianti
net
Ilustrasi pasta gigi yang mengandung arang aktif 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Bila mengamati iklan di sosial media, kita sering melihat pembahasan pasta gigi arang yang diklaim bisa memutihkan gigi.

Hal ini tidak hanya ada di Indonesia, tapi sedang menjadi tren dunia.

Di tengah popularitasnya, sejumlah dokter gigi di Inggris justru menyebut pasta gigi arang jauh lebih buruk dibanding pasta gigi biasa.

Pasta gigi arang tidak terbukti dapat memutihkan gigi, terlebih lagi hal ini justru memicu kerusakan gigi dan masalah gigi lain.

Selain pasta gigi, komposisi arang juga dimasukkan ke dalam produk makanan dan kosmetik.

Arang diklaim dapat membersihkan racun, menangkal infeksi, dan membuat tubuh lebih sehat.

Khusus untuk pasta gigi arang, produk ini diklaim dapat memutihkan gigi, membersihkan kotoran, dan mencegah bau mulut dibanding pasta gigi konvensional.

Secara historis, mengonsumsi arang berguna untuk membantu meringankan gas dan masalah pencernaan.

Namun hal ini tidak ada kaitannya dengan gigi.

Dalam studi yang terbit di jurnal British Dental, para dokter gigi berpendapat bahwa tren pasta gigi arang dan segala klaim di dalamnya hanya omong kosong.

Mereka menunjukkan klaim-klaim pada pasta gigi arang kurang didasarkan pada bukti ilmiah hingga entah bagaimana disebut lebih unggul dalam membersihkan dan memutihkan gigi dibanding pasta gigi konvensional.

Selain itu, pasta gigi arang justru dapat memicu masalah gigi yang lebih buruk.

Para ahli menggarisbawahi, arang adalah zat aktif yang terlalu abrasif untuk gigi manusia, artinya arang dapat menghilangkan lapisan enamel yang melindungi gigi.

Selain itu, para dokter menjelaskan bahwa pasta arang yang berwarna gelap justru dapat membuat gigi tampak kotor jika tidak disikat sampai bersih.

Nah, penggosokan ekstra untuk menghilangkan jejak arang bisa menyebabkan keausan ekstra pada enamel gigi.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved