Teroris di Bogor

2 Terduga Teroris Ditangkap di Bogor, Polisi Sebut Mereka Masih Eksis

Dua tersangka terorisme yakni E alias Pak Jenggot (51) dan S (27) berhasil diamankan oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 dari dua lokasi berbeda

2 Terduga Teroris Ditangkap di Bogor, Polisi Sebut Mereka Masih Eksis
TribunnewsBogor.com/Yudistira Wanne
Karopemnas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di lokasi penangkapan Pak Jenggot 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWEBOGOR.COM - Dua tersangka terorisme yakni E alias Pak Jenggot (51) dan S (27) berhasil diamankan oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 dari dua lokasi berbeda di wilayah Kabupaten Bogor.

Tersangka teroris Pak Jenggot diketahui merupakan perakit bom dari jaringan Fikih Abu Hamsah yang ditangkap di Nanggewer Cibinong, Kabupaten Bogor.

Sedangkan S ditangkap di Jalan Kolonel Kapten Yusuf, Ciomas, Kabupaten Bogor.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, mengatakan bahwa peran S masih jaringan teroris tersebut masih dalam pendalaman termasuk barang bukti catatan milik S yang ikut diamankan.

Namun, untuk sementara, S diketahui merupakan simpatisan sekaligus anak buah dari Pak Jenggot.

Dedi juga belum bisa memastikan apakah S calon 'pengantin' dalam aksi 22 Mei 2019 di depan KPU RI Jakarta atau bukan.

"Dia anak buahnya. (Calon pengantin) Belum-belum, itu masih harus didalami lagi," kata Dedi dalam jumpa pers di Cibinong.

Ia menjelaskan bahwa ISIS secara internasional sudah memerintahkan untuk melakukan serangkaian aksi teror terlebih bulan Ramadhan menjadi momen khusus bagi mereka.

Di Indonesia, lanjut dia, ada 2 yang menjadi target yaitu sasaran thogut yakni kepolisian yang bisa dilakukan kapan saja dan sasaran aksi tanggal 22 mei di depan KPU RI.

"Bulan puasa merupakan suatu momentum bagi mereka untuk melakukan jihadnya, amaliahnya. Pas bulan puasa ini kebetulan ada momentum besar, momentum nasional, yaitu tanggal 22 Mei akan diumumkan secara nasional hasil penghitungan suara. Momentum itu dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok terorisme untuk menunjukan eksistensinya di internasional bahwa mereka itu ada, mereka itu masih eksis," terang Dedi.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved