Ramadan 2019

Hari ke-15 Puasa Ramadan 1440 H, Ini Cara Mendapatkan Malam Lailatul Qadar

Menjelang akhir 10 hari puasa, umat muslim juga menunggu datangnya Lailatul Qadar atau malam seribu bulan.

Hari ke-15 Puasa Ramadan 1440 H, Ini Cara Mendapatkan Malam Lailatul Qadar
Youtube
Ilustrasi malam Lailatul Qadar. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -  Hari ke-15 puasa Ramadan 2019, seluruh umat muslim terus berlomba-lomba untuk memperbanyak ibadah untuk mendapatkan pahala.

Menjelang akhir 10 hari puasa, umat muslim juga menunggu datangnya Lailatul Qadar atau malam seribu bulan.

Malam Lailatul Qadar dikenal merupakan malam seribu bulan yang ada di bulan suci Ramadan.

Umat Muslim tentunya sangat mendambakan malam ini karena ketika kita menemukannya, karena dipercaya dosa kita selama 83 tahun lebih atau seribu bulan akan diampuni oleh Allah SWT.

Hal ini diungkapkan Imam Masjid Al Munawwar Bogor, Ustaz Firdaus.

Ustaz Firdaus menjelaskan bahwa malam Lailatul Qadar merupakan rahasia Allah SWT.

ilustrasi malam lailatul qadar
ilustrasi malam lailatul qadar (Istimewa)

Namun, dilihat dari beberapa hadist, ada beberapa tanda yang memungkinkan akan munculnya malam seribu bulan ini.

"Kebanyakan orang itu kan pengen mendapatkan malam Lailatul Qadar itu (di hari) yang ganjil-ganjilnya, padahal ganjil itu belum tentu," kata Ustaz Firdaus kepada TribunnewsBogor.com.

3 Amalan Utama yang Bisa Dilakukan Saat Malam Lailatul Qadar, Salat Malam Hingga Itikaf

Hari ke-12 Puasa Ramadan, Ini 7 Amalan yang Dianjurkan Rasulullah SAW Saat Malam Lailatul Qadar

Doa Malam Lailatul Qadar Ramadan 1440 H, Ini 7 Amalan yang Dianjurkan Rasulullah SAW

Ia menjelaskan bahwa di beberapa kitab juga disebut bahwa tanda-tanda malam lailatul qadar adalah sejak 10 hari terakhir Ramadhan.

Serta banyak pula tanda-tanda lainnya yang diceritakan, seperti angin sejuk siang hari, ikan tak bergerak, pohon berhenti dan yang lainnya.

"Rosulullah menganjurkan dari 10 terakhir Ramadhan, kalau kita ingin mengikuti sunnah Rosulullah. Kalau ganjil-ganjil berarti kita pamrih dong, memang dianjurkan, tapi yang lebih afdhal kata Rosulullah, 10 hari terakhir Ramadhan kita itikaf, anak istri kita bawa ke mesjid," jelasnya.

"Keutamaannya, 83 tahun lebih dosa kita diampuni oleh Allah, seribu bulan, dan ibadahnya lebih semangat, orang yang dapet lailatul qodar itu kayak semangat orang yang pergi haji, yang tadinya males-malesan dia jadi lebih semangat," tambahnya.(*)

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Soewidia Henaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved