Demo di Bawaslu

17 Peserta Aksi Demo Dilarikan ke Rumah Sakit, 3 Diantaranya Terkena Luka Tembak

Hingga pukul 06.15 WIB, total sudah ada 17 peserta aksi demo yang menjadu korban bentrokan dini hari tadi.

Tayang:
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Kompas.com
Massa aksi demo Bawaslu membantu menghalau massa yang terprovokasi dan hendak menghampiri barikade aparat gabungan di depan Bawaslu, Selasa (21/5/2019).(KOMPAS.com / VITORIO MANTALEAN) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Hingga pukul 06.15 WIB, total sudah ada 17 peserta aksi demo yang menjadu korban bentrokan dini hari tadi.

Hal tersebut, diungkapkan Direktur Rumah Sakit Budi Kemuliaan Dr Fahrul W Arbi yang menangani ke-17 pasien tersebut.

Dijumpai wartawan di ruangan, Fahrul mengatakan tiga diantara 17 korban tersebut mengalami luka tembak.

"Tiga luka tembak, satu orang meninggal atas nama Farhan (30), dua sisanya harus dirujuk ke RS Tarakan," ujar Fahrul di Rumah Sakit Budi Kemuliaan, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (21/5/2019).

Lanjut Fahrul, kedua korban luka tembak tersebut terpaksa dirujuk ke RS Tarakan lantaran harus dilakukan tindakan bedah.

Mabes Polri: Jika Ada Penembakan Peluru Tajam itu dari Penumpang Gelap, Bukan TNI - Polisi

Beredar Video Amien Rais Pegang Peluru : Saya Nangis dan Marah, Tito Anda Bertanggung Jawab

Rekaman Saat Dahnil Anzar Tak Diizinkan Melintas ke Lokasi Demo, Sudirman Said Heran: Negara Apa Ini

Kronologi Lengkap Ricuh 22 Mei, Mulai Dari Depan Bawaslu Hingga Perlawanan di Pasar Tanah Abang

"Yang dua di RS Tarakan itu, karena ada fraktur retak, jadi harus ada ahli ortopedi khusus dan kami tidak sedia, hingga diarahkan ke RS Tarakan," kata Fahrul.

Terakhir, Fahrul mengatakan 14 korban lainnya mengalami luka-luka seperti terkena gas air mata dan juga yang lainnya.

Rumah Sakit Budi Kemuliaan di Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.
Rumah Sakit Budi Kemuliaan di Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat. (TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA)

Kronologi Lengkap Ricuh 22 Mei, Mulai Dari Depan Bawaslu Hingga Perlawanan di Pasar Tanah Abang

Aksi damai di Gedung Bawaslu, Jalan M H Thamrin, Jakarta berujung ricuh pada Rabu (22/5/2019) dini hari

Upaya persuasif yang sejak awal dilakukan pihak kepolisian rupanya tak direspon cukup baik oleh demonstran

Melansir Kompas.com, Kericuhan bermula saat massa mencoba merusak pagar besi di depan Kantor Bawaslu pukul 22.15.

Mereka berteriak-teriak ke arah polisi yang telah menarik diri ke dalam Gedung Bawaslu.

Melihat situasi yang memanas, polisi berupaya membubarkan kerumunan massa.

Kendaraan taktis kepolisian yang telah meninggalkan Bawaslu kembali didatangkan untuk membubarkan para pengunjuk rasa yang masih bertahan.

Polisi membubarkan ratusan massa yang masih berunjuk rasa didepan kantor Bawaslu RI, Jakarta Pusat, Selasa (21/5/2019). Menurut pantauan Kompas.com dilokasi, ratusan massa mulai dibubarkan karena merusak pagar besi yang diletakkan kepolisian di depan kantor Bawaslu RI pada pukul 22.15 sambil menyanyikan lagu Pak polisi tugasmu mengayomi, berulang kali.(KOMPAS.com/ TATANG GURITNO )
Polisi membubarkan ratusan massa yang masih berunjuk rasa didepan kantor Bawaslu RI, Jakarta Pusat, Selasa (21/5/2019). Menurut pantauan Kompas.com dilokasi, ratusan massa mulai dibubarkan karena merusak pagar besi yang diletakkan kepolisian di depan kantor Bawaslu RI pada pukul 22.15 sambil menyanyikan lagu Pak polisi tugasmu mengayomi, berulang kali.(KOMPAS.com/ TATANG GURITNO ) ()

Pukul 22.40 , bentrokan terjadi.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved