Ramadan 2019

Tanya Pak Ustaz : Di Hari Lebaran Sebaiknya Tak Bermewah-Mewahan

orang yang paling bahagia disaat hari kemenangan itu tiba adalah orang-orang yang benar-benar menjalankan ibadah selama bulan puasa itu dengan sungguh

Tanya Pak Ustaz : Di Hari Lebaran Sebaiknya Tak Bermewah-Mewahan
Net/josstoday
Mohon Maaf Lahir dan batin 

Laporan Wartawan Tribunnewsbogor.com, Yudistira Wanne

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOJONGGEDE - Hari raya Idul Fitri merupakan hari kemenangan dan momentum bagi umat Islam untuk menjadi insan yang semakin bertaqwa.

Namun saat ini tidak sedikit orang yang salah memaknai hari kembali suci tersebut banyak yang memaknai Idul Fitri dengan bermewah-mewahan dan tampil serba baru.

Menyikapi hal tersebut, salah satu pengurus Masjid Jami Al Muawanah yang berlokasi di Pabuaran, Bojonggede, Kabupaten Bogor, Ustaz Ahmad Zayrobi mengatakan bahwa tampil bermewah-mewahan dan serba baru saat lebaran itu tidak dibenarkan apabila itu dijadikan adu kesombongan.

"Jadi, Idul Fitri itu tidak harus dimaknai dengan bermewah-mewahan. Itu hanya disunnahkan. Beli pakaian boleh saja. Asalkan jangan berlebihan misalnya beli 10 pasang. Jika berlebihan itu dikhawatirkan menimbulkan kecemburuan sosial, karena disekitar kita tidak semuanya mampu," ujarnya kepada Tribunnewsbogor.com, Rabu (22/5/2019).

pengurus Masjid Jami Al Muawanah yang berlokasi di Pabuaran, Bojonggede, Kabupaten Bogor, Ustaz Ahmad Zayrobi
pengurus Masjid Jami Al Muawanah yang berlokasi di Pabuaran, Bojonggede, Kabupaten Bogor, Ustaz Ahmad Zayrobi (TribunnewsBogor.com/Yudistira Wanne)

Adapun orang yang paling bahagia disaat hari kemenangan itu tiba adalah orang-orang yang benar-benar menjalankan ibadah selama bulan puasa itu dengan sungguh-sungguh.

"Jadi, orang yang paling bahagia di hari kemenangan itu adalah orang yang mampu menjalankan ibadah dengan sungguh-sungguh. Menjalankan kebaikan dan menjaga seluruh tubuh dari perbuatan maksiat," sambungnya.

Ia pun memaparkan bahwa memaknai Idul Fitri itu sebaiknya dengan cara saling berbagi dengan kebersamaan yang ada, tanpa harus merasa dirinya paling lebih.

"Kita pernah mengkaji syair berbentuk pepatah dari ulama yang kita sering dengar nasehat-nasehat Ied. Ied itu bukan hanya baju baru tapi Ied itu bagaimana kita memaknai hari kemenangan dengan kebersamaan dan saling berbagi. Jadi sebenarnya baju baru itu sunnah. Tapi saat ini banyak yang memakai baju baru disaat Lebaran itu buat sombong-sombongan. Padahal puasanya tidak full. Jadi kepuasan tersendiri itu ketika menyambut 1 syawal idul fitri itu kepuasan ada dan kemenangan itu ada untuk orang-orang yang benar-benar melakukan ibadah kepada Allah SWT," pungkasnya.(*)

Penulis: Yudistira Wanne
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved