Tanggapi Kerusuhan 21-22 Mei di Jakarta, Ganjar : Ada Sengkuni yang Memprovokasi

Disebut kelompok liar, kata Ganjar, karena ia berpegang pada penuturan Prabowo Subianto pada konferensi pers di kediamannya di Kertanegara pada Selasa

Tanggapi Kerusuhan 21-22 Mei di Jakarta, Ganjar : Ada Sengkuni yang Memprovokasi
(Kompas.com/YOGA SUKMANA)
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di ICE BSD, Tangerang, Sabtu (16/12/2017) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mendukung penuh langkah aparat keamanan menangkap para perusuh di Jakarta.

Menurutnya, pihak-pihak yang membuat kerusuhan di sejumlah tempat di Ibukota adalah kelompok liar yang ingin menceraiberaikan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Disebut kelompok liar, kata Ganjar, karena ia berpegang pada penuturan Prabowo Subianto pada konferensi pers di kediamannya di Kertanegara pada Selasa 21 Mei lalu.

Saat itu Prabowo Subianto menyatakan bahwa dirinya akan melakukan upaya hukum sesuai konstitusi dengan menggugat hasil Pemilihan Presiden 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Prabowo Subianto juga menyeru kepada seluruh pendukung, relawan dan simpatisannya untuk tertib dan mencari keadilan sesuai konstitusi.

Capres nomor urut 02 itu juga meminta mereka untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban umum serta selalu menjaga agar aksi-aksi menyampaikan pendapat di depan umum selalu dilaksanakan dengan damai berakhlak dan konstitusional.

“Kalau Pak Prabowo sudah bilang akan ke MK dan menyerukan pendukungnya tertib, berarti kalau masih ada yang rusuh kan massa liar. Saya mendukung kepolisian yang di-back up penuh TNI untuk menangkap para perusuh itu,” tegas Ganjar di rumah dinas gubernur Puri Gedeh Semarang, Kamis (23/5/2019), seperti dalam keterangan tertulisnya.

Foto-foto Para Pengaman Aksi 22 Mei: Buka Puasa, Shalat hingga Lepas Kangen di Tengah Kondisi Ricuh

Ada sengkuni

Politikus PDIP itu menduga para perusuh dikendalikan oleh sengkuni.

Sengkuni ini adalah orang yang memprovokasi massa dengan narasi tertentu sehingga membuat mereka menjadi tidak percaya dengan pemerintah dan aparat keamanan.

Halaman
12
Editor: Vivi Febrianti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved