Jadi Saksi Bisu Aksi 22 Mei, Tong Sampah Pemprov DKI Rp 3,6 Juta Dirusak Massa

tercatat total 30 tempat sampah milik Pemprov DKI rusak berat akibat aksi tersebut.

Editor: Yuyun Hikmatul Uyun
Kompas.com
Kondisi unjuk rasa massa di depan Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, per pukul 21.00 WIB. Gambar diambil dari JPO Sarinah, Rabu (22/5/2019). Polisi memukul mundur massa menggunakan suar (flare) dan gas air mata.(KOMPAS.com / VITORIO MANTALEAN) 

Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Pusat Marsigit menyayangkan puluhan tempat sampah tersebut dirusak dan dibakar oleh massa aksi.

"Dua hari ini kurang lebih 30 dirusak dan dibakar. Sangat disayangkan sekali massa merusak fasilitas umum," ujar Marsigit ketika dikonfirmasi wartawan, Kamis (23/5/2019).

Di antara 30 tempat sampah tersebut, ada pula milik pemprov DKI yang disebut keluaran Jerman dan dibeli pada Juni 2018.

Marsigit sendiri tidak merinci berapa banyak Tong Sampah buatan Jerman yang ikut dirusak.

Padahal satu Tong Sampah itu mencapai nominal Rp 3,6 juta.

Marsigit mengatakan kini pihaknya sedang mengupayakan pengganti Tong Sampah buatan Jerman yang sudah rusak tersebut .

"Nanti diganti Tong Sampah roda," ujar Marsigit singkat.

Kini Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama jajarannya sedang menghitung jumlah potensi kerugian aset DKI akibat aksi ini.

(*)

Artikel ini tayang di Grid.ID

Sumber: Grid.ID
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved