Nagita dan Baim Wong Semangat Ingin Jodohkan Anak Mereka Saat Dewasa, Paula Protes: Enggak Boleh Lho

Karenanya, Paula Verhoeven pun meminta kepada Nagita Slavina dan Baim Wong tidak asal membuat janji.

Nagita dan Baim Wong Semangat Ingin Jodohkan Anak Mereka Saat Dewasa, Paula Protes: Enggak Boleh Lho
Youtube channel rans entertainment
Baim Wong dan Nagita Slavina ingin jodohkan anak mereka. Paula Verhoeven protes 

"Jadi itu nanti kalau anaknya gede, harus diomongin, disampein. Kalau anaknya enggak mau baru ini (artinya ditolak). Gue pernah baca di ustaz. Enggak boleh gitu. Jangan sembarangan ngomong," ungkap Paula Verhoeven.

"Enggak boleh enggak boleh, jadi enggak boleh," imbuh Raffi Ahmad.

"Eh tapi kan Gigi bilang kalau cowok, kalau cewek. Ya tetap harus diomongin nanti," pungkas Paula Verhoeven.

Baim Wong dan Nagita Slavina ingin jodohkan anak mereka. Paula Verhoeven protes
Baim Wong dan Nagita Slavina ingin jodohkan anak mereka. Paula Verhoeven protes (Youtube channel rans entertainment)

Jawaban yang diurai Paula Verhoeven itu pun langsung ditanggapi Baim Wong dan Nagita Slavina.

Baim Wong dan Nagita Slavina mengaku bahwa jika sang anak nantinya tidak setuju maka perjodohan itu boleh tidak jadi dilakukan.

"Ya mudah-mudahan aja. Kalau enggak jadi enggak apa-apa ya," ucap Baim Wong.

"Tapi tetap harus disampein," kata Paula Verhoeven.

"Kita ngomong aja (nanti). Maksudnya gini 'nak, ini kamu mau enggak sama ini'. (Kalau anaknya jawab) 'enggak mau'. Yaudah gitu ya kan," ujar Nagita Slavina.

Tonton tayangan lengkapnya : 

Bagaimana Hukum Perjodohan Dalam Islam

Pertanyaan terkait perjodohan pernah dijelaskan Ketua MUI Lampung, H Mawardi AS.

Dilansir dari Tribun Lampung yang tayang 10 Agustus 2014 dengan link mengungkap bahwa orangtua yang ingin menjodohkan anaknya harus minta persetujuan dari sang anak.

Dijelaskan bahwa pada dasarnya tak ada ketentuan dalam syariat yang mengharuskan atau sebaliknya melarang perjodohan.

Islam hanya menekankan bahwa hendaknya seorang Muslim mencari calon istri yang shalihah dan baik agamanya, begitu pula sebaliknya.

Pernikahan melalui perjodohan ini sudah terjadi sejak dulu. Bahkan Di zaman Rasulullah SAW pun pernah terjadi.

Aisyah ra yang kala itu masih kanak-kanak dijodohkan dan dinikahkan oleh ayahnya dengan Rasulullah SAW. Setelah baligh, barulah Ummul Mukminin Aisyah tinggal bersama Rasulullah.

Marah Mobil Baim Wong Ditabrak Pengendara Motor, Paula Nangis Diberitahu Kejadian Asli: Curang Kamu!

Dalam sebuah hadits shahih disebutkan, seorang sahabat meminta kepada Rasul SAW agar dinikahkan dengan seorang Muslimah.

Akhirnya, ia pun dinikahkan dengan mahar hapalan al-Quran. Dalam konteks ini, Rasul SAW yang menikahkan pasangan sahabat ini berdasarkan permintaan dari sahabat laki-laki.

Meskipun didasarkan pada permintaan, perintah pernikahan datang dari orang lain, yaitu Rasul SAW. Tentu saja dengan persetujuan dari mempelai perempuan.

Perjodohan oleh orang tua untuk anaknya adalah hanya salah satu jalan untuk dapat menikahkan anaknya dengan seseorang yang menurut mereka dianggap cocok.

Namun, pilihan yang terbaik menurut orang tua belum tentu tepat menurut anak.

Sehingga, boleh-boleh saja orang tua menjodohkan anaknya dengan orang yang diinginkan, tapi hendaknya tetap harus meminta izin dan persetujuan dari anak, agar pernikahan yang dilaksanakan nantinya berjalan atas keridhoan masing-masing, bukan keterpaksaan.

Dalam pernikahan, ada beberapa syarat yang wajib dipenuhi. Salah satunya adalah kerelaan calon istri.

Wajib bagi wali untuk menanyakan terlebih dahulu kepada si calon istri, dan mengetahui kerelaannya sebelum dilakukan aqad nikah.

Perkawinan merupakan pergaulan abadi antara suami istri. Kelanggengan, keserasian, persahabatan tidaklah akan terwujud apabila kerelaan pihak calon istri belum diketahui.

Islam melarang menikahkan dengan paksa, baik gadis atau janda dengan pria yang tidak disenanginya.

Akad nikah tanpa kerelaan wanita tidaklah sah. Ia berhak menuntut dibatalkannya perkawinan yang dilakukan oleh walinya dengan paksa tersebut.

Dan orang tua, hendaknya tidak berbuat semena-mena terhadap anak.

Jangan karena anaknya enggan menerima tawaran dari orang tua, lalu mengatakan anak adalah anak yang durhaka.

Tapi hendaknya orang tua harus memahami kondisi psikologis sang anak dan harapan akan jodoh yang diidamkannya.

Sebab bila dilihat dari pertimbangan-pertimbangan syar'i, hak-hak anak sangat diperhatikan.

Islam datang untuk memfasilitasi antara hak-hak dan kewajiban seorang anak untuk menikah tanpa sama sekali melepaskan peran orang tua di dalamnya.

Abu Hurairah ra berkata: Rasulullah SAWbersabda:

"Tidak boleh menikahkan seorang janda sebelum dimusyawarahkan dengannya dan tidak boleh menikahkan anak gadis (perawan) sebelum meminta izin darinya. Mereka bertanya, Wahai Rasulullah, bagaimana mengetahui izinnya? Beliau menjawab, Dengan ia diam." (HR. Al-Bukhari no. 5136 dan Muslim no. 1419).

Mama Rieta Marah Besar Minta Nagita Dipulangkan ke Rumahnya, Raffi Ahmad Pucat Saat Diusir Mertua

Penulis: khairunnisa
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved