Demokrat Usul Koalisi Dibubarkan, PKS : Inysa Allah Istiqomah

Wasekjen Partai Demokrat Rachland mengusulkan pembubaran koalisi dilakukan oleh kedua kubu yakni kubu 02 dan 01.

Demokrat Usul Koalisi Dibubarkan, PKS : Inysa Allah Istiqomah
Tribunnews/Jeprima
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat menemui Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di kediamannya dikawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (24/7/2018). Pertemuan dilakukan untuk membahas tentang koalisi partai pendukung Capres dan tertutup untuk media. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, -- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melalui Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera angkat bicara terkait adanya usulan dari Wakil Sekjen Partai Demokrat Rachland Nashidik terkait usul pembubaran koalisi.

Wasekjen Partai Demokrat Rachland mengusulkan pembubaran koalisi dilakukan oleh kedua kubu yakni kubu 02 dan 01.

Usulan itu di responi oleh PKS yang mengatakan akan terus istiqomah bersama koalisi

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera tak sepakat dengan usul Wakil Sekjen Partai Demokrat Rachland Nashidik soal pembubaran koalisi parpol pendukungan pasangan capres-cawapres.

Mardani menilai, usul pembubaran koalisi parpol untuk mengurangi tensi politik di tengah masyarakat sebagai langkah yang kurang bijak.

"Usulan pembubaran untuk menurunkan tensi politik kurang bijak," ujar Mardani melalui pesan singkat, Minggu (9/6/2019).

Menurut Mardani, pembubaran koalisi justru menyulitkan pengambilan keputusan politik.

Saat Pilpres 2019, pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin didukung PDI-P, Golkar, NasDem, PPP, PKB, Hanura, PSI, Perindo, dan PKPI. Adapun pasangan Prabowo-Sandiaga didukung Partai Gerindra, PKS, PAN, Demokrat, dan Partai Berkarya.

"Pembubaran koalisi justru menyulitkan pengambilan keputusan politik.PKS insya Allah istiqomah bersama Koalisi Indonesia Adil Makmur," kata Mardani.

Terkait tingginya tensi politik pascapilpres, Mardani justru menilai hal itu terjadi karena kurangnya kualitas kepemimpinan. Sebab kapasitas dan kualitas kepemimpinan menentukan kualitas demokrasi.

Halaman
12
Editor: Lingga Arvian Nugroho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved