Bima Arya Resmikan Rumah Sakit yang Sempat Berpolemik dengan Warga : Ending yang Cantik
Menurut Bima Arya hadirnya rumah sakit tersebut sejalan dengan visi misi Kota Bogor sebagai kota ramah keluarga.
Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Ardhi Sanjaya
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho
TRIBUNNEWSNOGOR.COM, BOGOR UTARA - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto meresmikan rumah sakit ibu dan anak Nuraida Rabu (19/6/2019).
Seperti diketahui pembangunan rumah sakit Nuraida di Jalan Achmad Sobana, Kelurahaan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara tersebut sempat berpolemik dengan warga pada tahun 2015 sampai 2016.
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto pun mengakui bahwa perlu ada hal-hal yang harus diselesaikan oleh pihak rumah sakit sebelum melanjutkan pembangunan.
"Iya yang pertama saya terimakasih sama dokter Lukman ini sabar sekali ini kan disini sempat ada hal hal yang perlu diselesaikan hubungan dengan warga tapi alhamdulillah ketika sabar persoalan satu-satu diselesaikan terutama teknis banget," kata Bima usai peresmian.
Bima menilai bahwa penyelesaian polemik dengan warga ini berakhir dengan baik
"Malahan saya terimakasih bahkan warga diundang disini kemudian ada warga yang diakomodir bekerja disini jadi ini ending yang cantik lah," katanya.
Menurut Bima Arya hadirnya rumah sakit tersebut sejalan dengan visi misi Kota Bogor sebagai kota ramah keluarga.
Ia pun meminta agar runah sakit tidak melakukan penolakan pasien dan mengakomodir warga yang kurang mampu untuk mendapatkan layanan kesehatan.
"Saya juga ingin memastikan bahwa sistem rujukannya secara profesiobal tidak ada pasien yang ditolak kalau kamarnya ada ya disediakan untuk pasien, disini IGD nya baik saya juga titip untuk memperhatikan warga sekitar disini warga kaum duafa dan warga tidak mampu yang membutuhkan layanan kesehatan agar difasilitasi," katanya.
Sementara itu pendiri Rumah Sakit Ibu Dan Anak Nuraida dr Lukman Hakim Muchsin mengatakan bahwa untuk tahap awal ada 20 tempat tidur yang disediakan.
Namun kedepan itu pun akan ditambah menjadi 150 temoat tidur.
Tidak hanya itu untuk mengakomodir warga sekitar pihak rumah sakit pun memberikan kesempatan bekerja kepada warga sekitar.
"Kalau sekarang sekitar hampir setengah dari segi tenaganya, karena pada umumnya warga disini bekerja sebagai tukang buruh, ada kasir juga ada marketing juga ada ada juga paramedis, kalau untuk dokternya kita dari Jakarta ada juga dari Bogor," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/peresmian-rsia-nuraida.jpg)