Solusi Terbarukan, Mengatasi Persoalan Sampah dengan Mengolahnya Menjadi Energi Listrik

Tempat pembuangan dan pengelolaan sampah pun dianggap masih menjadi kendala untuk diselesaikan.

Solusi Terbarukan, Mengatasi Persoalan Sampah dengan Mengolahnya Menjadi Energi Listrik
TribunnewsBogor.com/Tsaniyah Faidah
Kepala Balai Besar Teknologi Konversi Energi (B2TKE) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Mohammad Mustafa Sarinanto (kiri) saat acara workshop Menelaah Arti Penting Energi Terbarukan di Indonesia, Rabu (19/6/2019) di Hotel Salak The Heritage, Rabu (19/6/2019) 

Laporan Wartawan Tribunnewsbogor.com, Tsaniyah Faidah

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Persoalan sampah masih menjadi masalah di Indonesia, tak terkecuali Bogor.

Tempat pembuangan dan pengelolaan sampah pun dianggap masih menjadi kendala untuk diselesaikan.

Kepala Balai Besar Teknologi Konversi Energi (B2TKE) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Mohammad Mustafa Sarinanto mengatakan, sampah sebetulnya bisa diolah menjadi Energi Baru dan Terbarukan (EBT).

Menurutnya, cara tersebut efektif bisa menjadi solusi penanganan sampah yang menumpuk mengingat selama ini pemerintah daerah belum berhasil menuntaskan masalah sampah.

"Penanganan sampah itu sebenarnya bukan ditumpuk, tapi dimusnahkan. Tapi masalahnya bagaimana cara memusnahkannya namun memberikan dampak positif? Dengan diolah menjadi EBT salah satunya," ujarnya kepada Tribunnewsbogor.com usai acara workshop Menelaah Arti Penting Energi Terbarukan di Indonesia, Rabu (19/6/2019) di Hotel Salak The Heritage.

Saat ini, BPPT tengah mempersiapkan project tersebut di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantar Gebang, Bekasi.

Ia berharap saat pihaknya mengolah tumpukan sampah Bantar Gebang menjadi EBT yang menghasilkan tenaga listrik, bisa dicontoh pemerintah daerah lain yang masih memiliki masalah pelik soal sampah.

Sehingga persoalan sampah bisa benar-benar terselesaikan di Indonesia, bahkan bisa memberikan dampak positif baru.

"Karena kan anggaran kita nggak banyak, jadi nggak bisa menampung persoalan sampah ini se-Indonesia. Jadi harapannya saat kita buat project ini di Bantar Gebang, pemerintah daerah lain melihat dan meniru untuk dilakukan di daerahnya sendiri," tutur Mustafa.

Ia melanjutkan, pengembangan EBT menjadi penting lantaran energi fosil yang selama ini digunakan lama kelamaan akan habis dalam waktu dekat.

Di Jawa Barat sendiri pemakai energi fosil cukup besar terhadap batu bara.

Keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) pun masih menjadi konflik bagi masyarakat lantaran dampak negatif yang diberikan.

Oleh karenanya, kata Mustafa, upaya pengolahan sampah menjadi EBT juga bisa memberikan manfaat lain yakni menciptakan tenaga listrik bukan dari batu bara melainkan sampah.

"Justru nantinya tidak merugikan masyarakat seperti pembangunan PLTU selama ini, sebab persoalan sampah juga teratasi," jelasnya.

Penulis: Tsaniyah Faidah
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved