26 WNA Asal Afrika Diamankan Imigrasi, Diduga Melakukan Praktik Cyber Crime

Menurut Kakanim Kelas I Tangerang, Lukman Herman, mereka disinyalir menyalahgunakan internet untuk keuntungan sendiri atau cyber crime.

TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Kantor Imigrasi Kelas 1 Tangerang saat ungkap kasus warga negara asing (WNA) asal Afrika yang diduga melakukan praktik cyber crime di Tangerang, Senin (24/6/2019). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - 26 warga negara asing (WNA) asal Afrika ditangkap Kantor Imigrasi Kelas 1 Tangerang lantaran diduga melakukan praktik cyber crime atau kejahatan secara digital.

Menurut Kakanim Kelas I Tangerang, Lukman Herman, mereka disinyalir menyalahgunakan internet untuk keuntungan sendiri atau cyber crime.

Diduga, mereka melakukan penipuan melalui media sosial seperti Facebook untuk mendapatkan sejumlah uang dari korbannya.

"Dugaan tersebut kami masih selidiki lebih lanjut, karena dugaan masih ada pelaku lain," kata Lukman di Kantor Imigrasi Kelas 1 Tangerang, Senin (24/6/2019).

Untuk mempercepat pendalaman, Imigrasi Kota Tangerang mengamankan belasan laptop, smartphone, hingga modem internet yang diduga digunakan untuk melancarkan aksinya.

Menurut Lukman, ke-26 WNA tersebut juga tidak dilengkapi identitas serta administrasi resmi berupa passport selama tinggal di Indonesia.

Penangkapan tersebut pun berdasarkan laporan warga dan penghuni apartemen GWR yang merasa terganggu dengan keberadaan mereka.

"Ke-26 WN ini kami amankan di tempat berbeda. Dan diawali dari laporan pengelola apartemen GWR yang merasa terganggu dengan aktifitas mereka di apartemen tersebut," kata Lukman.

Lukman menjelaskan, penangkapan pertama kali dilakukan pada Jumat (19/6/2019) di apartemen yang berlokasi di Cikokol, Kota Tangerang.

Di apartemen tersebut, diamankan 14 WNA yang tinggal secara terpisah dan aja juga yang tinggal berdua.

Halaman
12
Editor: Damanhuri
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved