Info PPDB 2019

Terbukti Manipulasi Domisili untuk PPDB, Bima Arya Rekomendasikan Tiga Siswa Didiskualifikasi

Saat melaku pengecekan ke alamat tersebut ditemukan tiga orang siswa itu tidak tinggal dialamat yang dimasukan dalam PPDB.

Terbukti Manipulasi Domisili untuk PPDB, Bima Arya Rekomendasikan Tiga Siswa Didiskualifikasi
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Wali Kota Bogor Bima Arya memimpin rapat evaluasi penyelenggaraan PPDB 2019 di Kota Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Tiga orang siswa yang diduga memanipulasi data kependudukan kemungkinan besar akan dibatalkan agar tidak diterima di sekolah tempatnya mendaftar.

Rekomendasi tersebut disampaikan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto Senin (1/7/2019) di Balaikota Bogor.

Sebelumnya Jumat 28 Juni 2019 malam Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto melakukan pengecekan terhadap tiga alamat siswa yang mendaftar di SMA Negeri di Kota Bogor memanipulasi data kependudukan.

Saat melaku pengecekan ke alamat tersebut ditemukan tiga orang siswa itu tidak tinggal dialamat yang dimasukan dalam PPDB.

"Jadi perkembangannya adalah kami menemukan nama-nama yang terbukti memanipulasi domisili dan tiga nama ini akan kita rekomendasikan kepada kcd provinsi untuk didiskualifikasi," katanya usai konfrensi pers evaluasi PPDB di Balaikota Bogor.

Tidak hanya sampai disitu, Bima Arya juga mrmbentuk tim investigasi guna menelusuri laporan dugaan kecurangan dalam PPDB.

Ia menegaskan bahwa akan terus menelusuri dan merespon aduan warga Kota Bogor terkait adanya dugaan kecurangan.

"tim kami yang melibatkan dewan pendidikan dinas dan para camat akan terus merespon para warga akan ditelusuri kalau ada nama-nama yang kemudian masuk dan terbukti terus kita telusuri dan kita sampaikan untuk di diskualifikasi," ujarnya.

Sebelumnya pernah diberitakan bahwa Wali Kota Bogor Bima Arya menerima banyak aduan mengenai carut marut sistem PPDB.

Bahkan Ia mengaku menerima aduan dan aspirasi dari warga terkait adanya dugaan manipulasi data PPPDB dengab sistem zonasi.

"Saya menerima laporan kecenderungan manipulasi kartu keluarga, ini sedang saya dalami saya perintahkan dukcapil, camat, lurah, Disdik untuk mendalami ini, ada laporan ada yang menitip alamat ini artinya ada ruang untuk manipulasi administrasi jadi sistem kita belum siap," kata Bima usai Musrembang, Senin (24/6/2019).

Bahkan Bima pun menganggap bahwa sistem PPDB kali ini merupakan sistem yang sangat ambisius.

Dalam aduan tersebut diadukan bahwa dalam satu kartu keluarga ada tiga orang pelajar SMP yang mendaftar dalam satu sekolah negeri ternama yang lokasinya tidak jauh dari Balaikota Bogor.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved