Digadang Jadi Menteri, Pengamat Politik Sebut Bima Arya Mainkan Politik Playing Victim

Menurutnya raihan suara Jokowi di Kota Bogor juga akan menjadi pertimbangan kemungkinan Bima Arya menjadi menteri.

Digadang Jadi Menteri, Pengamat Politik Sebut Bima Arya Mainkan Politik Playing Victim
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Direktur Ekskutif Lingkar Kajian Komunikasi Politik Adiyana Slamet 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Direktur Ekskutif Lingkar Kajian Komunikasi Politik Adiyana Slamet raihaan suara Jokowi-Maruf Amin dalam Pilpres 2019 menjadi pertimbangan untuk mengangkat Wali Kota Bogor Bima Arya menjadi menteri.

Nama Bima Arya memang santer disebut-sebut bakal ditarik menjadi menteri di kabinet Jokowi.

Namun peluang Bima Arya menjadi menteri Jokowi dianggap sangat kecil

Adiyana Slamet menilai bahwa ada sejumlah faktor yang menutup peluang Bima Arya untuk menjadi menteri Jokowi.

Adiyana mengatakan bahwa mungkin saja kepala daerah diangkat menjadi menteri.

Namun Adiyana menjelaskan bahwa presiden tentu memiliki kriteria dan catatan untuk memilih menteri sebagai pembantu presiden dalam pemerintahan.

Menurutnya raihan suara Jokowi di Kota Bogor juga akan menjadi pertimbangan kemungkinan Bima Arya menjadi menteri.

Tak hanya itu Adiyana Slamet juga menyoroti langkah Bima Arya yang membelot dari partainya dengan mendukung Jokowi dalam pilpres lalu.

"Nah kalau memang Bima Arya mewakili individu yang mewakili orang yang kemudian berkirprah di daerah lalu masuk ke Jokowi waktu pilpres, nah kapabilitas misalkan keahlian pak Bima Arya ini apa kemudian kalau lulusan hubungan inrernational misalkan jadi menpora, ya tidak ada masalah, tapi kan kita tau di Menpora kandidatnya banyak," ujarnya.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan tujuan komunikasi politik dan langkah politik Bima Arya saat Pilres sampai saat ini, Adiyana memberikan jawaban kemungkinan Bima Arya seolah bermain Playing Victim.

"Iya kan keuntungannya bagi Bima Arya itu pertama misalkan seolah-olah memainkan politik playing victim ya seolah-olah saya berani menentang DPP PAN tapi kemudian mendukung kubu yang lain lalu ini kan kemudian menjadi catatan ingin dilihat bahwa memang pengorbanan Bima Arya untuk mendukung Pak Jokowi dan kiai Ma'ruf itu ingin terlihat pengorbanannya," katanya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved