Idul Adha 2019

Niat Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah Tanggal 8-9 Dzulhijjah, Ini Keutamaan dan Pahalanya !

Puasa Tarwiyah akan dilaksanakan pada 8 Dzulhijjah atau Jumat 9 Agustus 2019, dan Puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah atau Sabtu 10 Agustus 2019.

Niat Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah Tanggal 8-9 Dzulhijjah, Ini Keutamaan dan Pahalanya !
net
Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah pada tanggal 8-9 Dzulhijah 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Sebelum hari raya Idul Adha, ada dua puasa sunah yang sebaiknya dilaksanakan umat Muslim. Hari raya Idul Adha jatuh setiap tanggal 10 Dzulhijjah.

Dua puasa yang dilakukan sebelum Idul Adha adalah Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah

Puasa Tarwiyah dilaksanakan setiap tanggal 8 Dzulhijah sementara Puasa Arafah ditunaikan tanggal 9 Dzulhijjah.  

Dari penanggalan kalender, Hari Raya Idul Adha 1440 H jatuh pada Minggu 11 Agustus 2019.

Sehingga, Puasa Tarwiyah akan dilaksanakan pada Jumat 9 Agustus 2019, dan Puasa Arafah pada Sabtu 10 Agustus 2019.

Lantas apa keutamaan dua puasa yang dilaksanakan sebelum Idul Adha?

 Ibadah Haji 2019 - Berikut Jadwal dan Alur Keberangkatan Jemaah Haji Hingga Pulang ke Tanah Air

10 Jam Sebelum Berangkat ke Tanah Suci, Jemaah Haji Asal Tidore Meninggal Dunia, Ini Penyebabnya !

Keutamaan dan niat puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah

Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lampung, KH Basyaruddin Maisir mengungkapkan, bulan Dzulhijjah termasuk bulan yang dimuliakan Allah SWT.

Karena pada bulan tersebut, umat muslim yang sedang melaksanakan ibadah haji, tengah menjalani puncak ibadah haji.

Pada tanggal 8 Dzulhijjah atau disebut juga hari Tarwiyah, jemaah haji sedang melakukan persiapan menuju padang Arafah.

Sementara pada tanggal 9 Dzulhijjah, semua jemaah haji tengah berkumpul di padang Arafah.

"Dua hari tersebut merupakan puncak ibadah haji. Orang yang sedang melaksanakan ibadah haji tidak disunahkan berpuasa.

Tetapi, umat muslim yang tidak berhaji disunahkan untuk menjalankan Puasa Tarwiyah pada tanggal 8 Dzulhijjah, dan puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah," papar KH Basyaruddin Maisir, Sabtu (11/8/2018).

Hukum Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah adalah sunah muakad, atau sunah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan.

KH Basyaruddin Maisir mengatakan, diriwayatkan oleh Ibnu Abbas ra, orang yang melaksanakan puasa pada tanggal 8 Dzulhijjah atau Tarwiyah, Allah SWT akan memberikan pahala, yang kita tidak mengetahuinya, kecuali Allah SWT.

"Pahalanya Allah SWT yang akan membalas, dan itu rahasia Allah SWT," kata KH Basyaruddin Maisir.

Ina, Ibu Asal Madura Gagal Naik Haji Tahun Ini, Mengurung Diri Malu Bertemu Orang

Menabung Selama 46 Tahun dari Jualan Gorengan, Kakek 72 Tahun Ini Akhirnya Berangkat Haji

Niat Puasa Tarwiyah sebagai berikut.

"Nawaitu shauma ghadin min yaumi tarwiyata sunnatan lillahi ta'ala."

Artinya, "Sengaja saya berpuasa esok hari, yaitu puasa Tarwiyah sunah karena Allah Taala."

Keutamaan dan Niat Puasa Arafah

Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Lampung, Muhammad Mukri mengungkapkan, puasa Arafah dilaksanakan pada 9 Dzulhijjah, atau satu hari sebelum Hari Raya Idul Adha.

Dinamakan puasa Arafah, lanjut Mukri, karena pada tanggal tersebut, umat muslim yang tengah menunaikan ibadah haji, sedang melaksanakan wukuf di Padang Arafah.

 “Wukuf itu berdiam diri. Jadi, jemaah haji sedang berdiam diri di Arafah. Umat muslim yang tidak berhaji, dianjurkan berpuasa,” terang Mukri, Jumat (3/8/2018).

Mukri menjelaskan, Puasa Arafah hukumnya dalam Islam adalah sunah muakad.

“Artinya, sangat dianjurkan. Bagi kaum muslimin yang tidak menunaikan ibadah haji, sangat dianjurkan melaksanakan Puasa Arafah,” ungkap Mukri.

Keutamaan Puasa Arafah telah dijelaskan dalam hadis.

Mukri mengungkapkan, menurut sebuah hadis, Puasa Arafah mampu menghapuskan dosa.

Penghapusan dosa bagi orang yang melakukan Puasa Arafah, berlaku untuk satu tahun yang telah berlalu, dan satu tahun pada masa yang akan datang.

“Pahalanya ( Puasa Arafah), menurut sebuah hadis, bisa menghapuskan dosa satu tahun sesudah, dan menghapus dosa satu tahun yang akan datang,” papar Mukri.

“Seandainya umat muslim tahu betapa besarnya pahala dari Puasa Arafah, saya yakin masyarakat akan melaksanakan puasa tersebut,” tambah Mukri.

Hamil 7 Bulan, Calon Jemaah Haji Asal Jawa Barat Dipulangkan

Jemaah Haji Asal Bogor Kedapatan Sembunyikan 60 Bungkus Rokok : Ini Juga Masih Kurang

Niat Puasa Arafah sebagai berikut.

"Nawaitu shauma ghadin min yaumi arafata sunnatan lillahi ta'ala."

Artinya, "Sengaja saya berpuasa esok hari, yaitu Puasa Arafah sunah karena Allah Taala."

Berikut, video niat puasa Tarwiyah dan niat puasa Arafah serta keutamaan dua puasa sunah tersebut, berdasarkan penjelasan Sekretaris MUI Lampung, KH Basyaruddin Maisir.

Artikel ini telah tayang di sripoku.com dengan judul Puasa Arafah dan Tarwiyah, Dua Puasa Sebelum Idul Adha, Ini Niat, Keutamaan, dan Waktunya, https://palembang.tribunnews.com/2018/08/19/puasa-arafah-dan-tarwiyah-dua-puasa-sebelum-idul-adha-ini-niat-keutamaan-dan-waktunya?page=all.

Editor: Budi Darmawan

Editor: Yuyun Hikmatul Uyun
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved