Ibadah Haji 2019

Ada 3 Aktivitas Ibadah di Tanah Suci, Jemaah Haji Harus Bisa Bedakan Yang Wajib Dan Sunnah

Menurut Oman, aktifitas ibadah jemaah haji di tanah suci ada ibadah yang wajib dan yang sunah

Tayang:
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Tribunnews.com/Muhammad Husain Sanusi/MCH2019
Kabah diabadikan pada Jumat (19/7/2019) dalam kondisi kain Kiswah sudah ditinggikan dan diganti dengan kain putih. Kiswah Kakbah diangkat untuk menyambut datangnya musim haji. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM – Ibadah haji merupakan ibadah yang komplit dengan prosesi manasik yang banyak dan dilaksanakan di waktu-waktu tertentu serta tempat tertentu pula.

Kepergian jemaah haji ke Madinah dan Makkah tentu tujuan utamanya untuk melaksanakan ibadah, adapun yang lainnya seperti fasilitas hotel, konsumsi, transportasi hanya fasilitas pendukung kelancaran ibadah tersebut.

Untuk itu Pengendali Teknis Bina Ibadah, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Oman Faturrahman menjelaskan bahwa ada tiga aktifitas utama jemaah haji di tanah suci.

"Yang pertama itu aktifitas ibadah, yang kedua aktifitas ziarah yang ketiga aktifitas rihlah, rihlah itu perjalanan," ujar Oman, Kamis (18/7/2019).

Menurut Oman, aktifitas ibadah jemaah haji di tanah suci ada ibadah yang wajib dan yang sunah. Untuk itu jemaah haji harus bisa membedakan mana yang wajib dan mana yang sunnah.

"Di madinah, ibadah wajib yang terkait haji itu hanya satu, yaitu miqat di Bir Ali," imbuhnya.

Oman yang baru saja usai melakukan visitasi ke sejumlah sektor di Madinah ini menegaskan bahwa pentingnya miqat di Bir Ali menjadi perhatian khusus para pembimbing dan konsultan ibadah.

"Itulah mengapa para konsultan memagari betul, membimbing, memberikan konsultasi, visitasi, dan edukasi ke jemaah, supaya yang wajib itu yang di Bir Ali (miqat) jangan sampai terlewat," ujarnya.

Oman juga menyampaikan hasil visitasi ke sektor, memasuki hari ke-12 ia menilai konsultasi ibadah yang diberikan oleh konsultan dan juga pembimbing ibadah, telah berjalan dengan baik dan lancar.

"Dan untuk salat Arbain, bahkan ada daftarnya sudah berapa kali, jadi InsyaAllah yang ibadah, ziarah dan rihlah semuanya terpenuhi, terfasilitasi oleh PPIH," imbuhnya.

Kepada para konsultan ibadah, Oman berpesan agar dapat berkomunikasi dengan para pimpinan, ketua rombongan termasuk dengan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH).

"Ibadah haji itu semacam laboratorium untuk menguji bisa tidak kita beragama dalam situasi yang sangat kompleks, beragam, multikultural," katanya.

(Tribunnews.com/ Muhammad Husain Sanusi Dari Makkah)

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved