Breaking News

Alumni IPB Tewas

Misteri di Ciawi Bogor, Gadis Cantik Alumni IPB Tewas Hingga Sempat Ketakutan

Kematian mahasiswi lulusan D3 IPB angkatan 2015 - 2018 ini masih menjadi misteri yang belum terungkap.

Tayang:
Penulis: Damanhuri | Editor: Yudhi Maulana Aditama
Firman Taufiqurrahman/Kompas.com
Jenazah AN (22), perempuan yang diduga menjadi korban pembunuhan dan tubuhnya ditemukan di wilayah Sukabumi tiba di rumah duka di Jalan Profesor Mohamad Yamin RT 002/009 Cikidang, Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (23/07/2019) dini hari. 

Misteri di Ciawi Bogor, Gadis Cantik Alumni IPB Tewas Hingga Sempat Ketakutan

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Suasana duka masih menyelimuti keluarga AN (22) alumni IPB yang ditemukan tewas mengenaskan.

Kematian mahasiswi lulusan D3 IPB angkatan 2015 - 2018 ini masih menjadi misteri yang belum terungkap.

Gadis cantik yang hendak melanjutkan kuliah S1 itu hilang kontak hingga ditemukan tewas mengenaskan di Kampung Sarasa, Kelurahan Babakan, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, Senin (22/7/2019).

Jasad korban dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tugu, Sayang, Cianjur, Jawa Barat.

Jenazah AN dimakamkan pada Selasa (23/7/2019) setelah dilakukan autopsi oleh pihak rumah sakit.

Otopsi berlangsung sekitar tiga jam sejak pukul 19.30 WIB hingga 22.30 WIB.

Percakapan Terakhir Gadis Cantik Alumni IPB sebelum Ditemukan Tewas di Sukabumi: Ibu Aku Takut

Hasil otopsi, dokter forensik RSUD R Syamsudin Sukabumi, Nurul Aida Fatia menjelaskan, kematian korban diperkirakan sekitar 12 hingga 18 jam sebelum diotopsi.

Perkiraan waktu itu ditarik mundur terhitung sejak dimulainya otopsi, bukan waktu ditemukan pertama kali.

"Hasil pemeriksaan luar ditemukan beberapa luka memar dan lecet, terutama di wajah dan tangan. Kalau luka memar dan luka lecet pasti akibat kekerasan tumpul," kata Aida kepada wartawan selesai melakukan otopsi, Senin (22/7/2019) malam.

Menurut dia, kekerasan tumpul yang ada di wajah dan sekitar rahang itu terkesan pada saat pemeriksaan, jenazah itu kekurangan oksigen.

Namun, dia mengatakan tidak mengetahui ada tindakan pembekapan atau tidak.

Petugas membawa jenazah di ruang instalasi pemulasaran jenazah RSUD R Syamsudin, Sukabumi, Jawa Barat, Senin (22/7/2019).
Petugas membawa jenazah di ruang instalasi pemulasaran jenazah RSUD R Syamsudin, Sukabumi, Jawa Barat, Senin (22/7/2019). (KOMPAS.com/BUDIYANTO)

Aida juga menuturkan hasil pemeriksaan di sekitar alat kelamin korban sejak dari tempat kejadian perkara (TKP) sudah ditemukan banyak darah.

Pihaknya pun sudah mengirimkan sampel ke laboratorium untuk pembuktiannya terkait darah yang ditemukan disekitar kemaluan korban.

Pemeriksaan laboratorium masih di rumah sakit, sekitar 2 x 24 jam.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved