Polair Gagalkan Penyelundupan Kepiting Senilai Rp 4,5 Miliar
Zulkarnain menjelaskan, barang bukti tersebut rencananya diselundupkan ke dua negara, yakni Malaysia dan Taiwan.
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri menggagalkan penyelundupan kepiting yang dilakukan sebuah perusahaan dari Kalimantan Timur, Selasa (23/7/2019) malam.
Hasilnya, sebanyak 645 boks karton berisi produk kepiting bertelur yang diduga akan diselundupkan ke luar negeri ini diamankan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Adapun barang bukti yang diamankan tersebut nilainya mencapai Rp 4,5 miliar bila dirupiahkan.
Kakorpolairud Baharkam Polri, Irjen Zulkarnain mengatakan, digagalkannya penyelundupan ini usai pengembangan kasus serupa pada 15 Juli lalu.
"Tadi malam kita amankan boks semacam ini kurang lebih 645 boks. Nilainya Rp 4,5 miliar," kata Zulkarnain di Mako Ditpolair Baharkam Polri, Jakarta Utara, Rabu (24/7/2019).
Zulkarnain menjelaskan, barang bukti tersebut rencananya diselundupkan ke dua negara, yakni Malaysia dan Taiwan.
Kepiting yang masih hidup akan diselundupkan ke Malaysia, sementara kepiting yang sudah dibekukan ke Taiwan.
Dalam kasus penyelundupan ini, Zulkarnain menyebut sudah memeriksa dua orang pelaku.
Pelaku pertama yakni M sebagai sopir truk yang membawa kepiting tersebut dan pelaku kedua yakni A sebagai pengurus dokumen kapal.
"Nanti kita akan kembangkan mengarah kepada tersangka, kalau bisa ke ownernya mungkin dirut dari perusahaan tersebut," ucap Zulkarnain.
Akibat perbuatannya, kedua pelaku disangkakan pasal 88 juncto pasal 16 UU nomor 45 tahun tentang perubahan atas UU nomor 31 ayat 1 UU no. 16 tahun 1992 tentang karantina hewan, ikan, dan tumbuhan.
"Ancaman pidana paling lama enam tahun penjara dan denda paling banyak Rp 1,5 miliar," ujarnya.
(TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/konferensi-pers-penyelundupan-kepiting.jpg)