Partai Hanura Kehilangan Kursi DPRD DKI Jakarta, Ini Penyebabnya

Partai Hanura terlempar dari kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta.

Partai Hanura Kehilangan Kursi DPRD DKI Jakarta, Ini Penyebabnya
TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat
Ketua KPU DKI Jakarta, Betty Epsilon Idroos, saat memberi keterangan kepada awak wartawan, di aula Binakarna Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (15/5/2019). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -  Partai Hanura terlempar dari kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta.

Hal itu dipastikan setelah KPU DKI menggelar rapat pleno di Hotel Marlyn, Petojo Utara, Gambir, Jakarta Pusat.

Dari 10 daerah pemilihan (Dapil) yang ada di DKI Jakarta, tidak satupun anggota partai tersebut yang lolos ke Kebon Sirih.

"Partai Hanura tidak mendapat kursi," ucap Ketua KPU DKI Jakarta Betty Epsilon Idroos membacakan hasil rapat pleno, Senin (12/8/2019).

Padahal, pada periode sebelumnya, yaitu 2014-2019, Partai Hanura sendiri mendapatkan 10 kursi DPRD DKI Jakarta.

Saat itu, Partai Hanura berhasil mendulang suara sebanyak 357.006 suara dari 10 Dapil di Jakarta.

Perolehan suara ini pun merosot tajam dibanding 2014 lalu, dimana pada pemilihan pada 17 April 2019 lalu, Hanura hanya berhasil mengumpulkan 103.073 suara.

Perolehan suara yang menurun drastis inilah yang kemudian menyebabkan Partai Hanura kehilangan kursinya di DPRD DKI Jakarta.

Sebelumnya, KPU DKI Jakarta menggelar rapat pleno di Hotel Marlyn, Petojo Utara, Gambir, Jakarta Pusat.

Dari hasil rapat tersebut diketahui Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memperoleh suara terbanyak dengan 1.336.344 suara dan berhasil mendapatkan 25 kursi DPRD.

Kemudian, Partai Gerindra menduduki peringkat kedua dengan 935.793 suara atau memperoleh 19 kursi dan disusul oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan 917.005 suara atau memperoleh 16 kursi.

Berikut perolehan kursi DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024 :

1. PDIP : 1.336.344 suara (25 kursi)
2. Gerindra : 935.793 suara (19 kursi)
3. PKS : 917.005 suara (16 kursi)
4. PSI : 404.508 suara (8 kursi)
5. Demokrat : 386.434 suara (10 kursi)
6. PAN : 375.882 suara (9 kursi)
7. NasDem : 309.790 suara (7 kursi)
8. PKB : 308.212 suara (5 kursi)
9. Golkar : 300.246 suara (6 kursi)
10 PPP : 175.935 suara (1 kursi)

 (TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci)

Editor: Damanhuri
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved