Polisi Tak Temukan Bukti Kekerasan Pada Kasus Meninggalnya Aurel

Ferdy menyatakan itu saat menggelar ekspos hasil penyelidikan kasus meninggalnya Aurel, didampingi Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany

Polisi Tak Temukan Bukti Kekerasan Pada Kasus Meninggalnya Aurel
Tribunjakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Kapolres Tangsel, AKBP Ferdy Irawan saat menggelar ekspos hasil penyelidikan kasus meninggalnya Aurel, didampingi Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jasra Putra dan Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi atau Kak Seto, di Mapolres Tangsel, Selasa (13/8/2019). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Aparat Polres Tangerang Selatan (Tangsel) tidak menemukan keterangan maupun bukti adanya kekerasan yang terjadi pada Aurellia Qurratu Aini atau Aurel selama mengikuti pelatihan Paskibraka.

"Penyelidikan yang kita lakukan ini sudah menyimpulkan bahwa meninggalnya Aurel ini tidak kita temukan adanya bekas bekas penganiayaan dan bekas bekas kekerasan di korban sehingga kesimpulan kita dari kacamata hukum, ini tidak ada unsur pidananya," ujar Kapolres Tangsel, AKBP Ferdy Irawan.

Ferdy menyatakan itu saat menggelar ekspos hasil penyelidikan kasus meninggalnya Aurel, didampingi Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jasra Putra dan Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi atau Kak Seto, di Mapolres Tangsel, Serpong, Selasa (13/8/2019).

Hasil penyelidikan kepolisian itu bertentangan dengan keterangan orang tua Aurel yang sebelumnya TribunJakarta.com beritakan.

Orang tua Aurel mengatakan, anak pertama dari dua bersaudaranya itu pernah ditampar dan dicubit serta disuruh memakan jeruk beserta kulitnya saat menjalani pelatihan Paskibraka.

"Terkait makan kulit jeruk, kita belum temukan saksi yang mengatakan seperti itu," tambah Ferdy.

Ferdy mengaskan pihaknya tidak menemukan cukup bukti untuk meningkatkan status penyelidikan kasus meninggalnya Aurel menjadi penyidikan.

"Dari penyelidikan ini kita belum menemukan bukti yang cukup untuk meningkatkan ke proses penyidikan, karena belum ada bukti bukti yang mendukung terhadap dugaan dugaan tersebut," jelasnya.

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, Aurel meninggal di usia 16 tahun pada Kamis 1 Agustus 2019, setelah 22 hari menjalani pelatihan Paskibraka.

Aurel terpilih sebagai calon Paskibraka (Capaska) Tangsel perwakilan dari SMA Islam Al-Azhar BSD Serpong.

 (TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir)

Editor: Damanhuri
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved