Viral di Media Sosial
Viral Pengakuan ART Campur Susu dengan Obat Agar Anak Majikan Pulas, Ini Bahayanya Menurut Dokter
Saat itu, dua anaknya tengah tertidur pulas. Namun, ia melihat anak keduanya, GSN, tak seperti biasanya.
Penulis: khairunnisa | Editor: Ardhi Sanjaya
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Kasus seorang asisten rumah tangga yang mencampur obat ke dalam Susu anak majikannya menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat.
Diwartakan sebelumnya, seorang asisten rumah tangga di Serpong, Tangerang, ketahuan mencampurkan Susu anak majikannya dengan obat alergi (Caterizin).
Informasi tersebut pertama kali diunggah oleh akun Instagram @febevierza912.
Kepada Kompas.com, Vierza Belinna (23), perempuan yang memperkerjakan asisten rumah tangga tersebut menceritakan bagaimana kronologi kejadian.
Vierza mengatakan, ART berinisial Ju telah bekerja selama hampir tiga bulan di rumahnya.
Tugasnya menjaga dua anaknya, GCN dan GSN, serta membantu mengerjakan pekerjaan rumah.
Saat itu, dua anaknya tengah tidur pulas. Namun, ia melihat anak keduanya, GSN, tak seperti biasanya.
“Ini dia kaya orang tidur tapi nggak bangun-bangun. Terus saya tepok-tepok tangan ke depan wajahnya, dia nggak bangun. Saya goyang kakinya dia pun nggak bangun,” kata Vierza.
Kemudian, ia berniat untuk mengganti Susu anaknya. Saat itu, di botol masih ada sisa Susu.
“Eh pas saya cium kaya bau anggur gitu, saya pikir malah Susu biasa ya. Terus dibikinlah sama papahnya Susu lagi, ternyata baunya beda,” kata Vierza.
• Viral Kasus ART Campur Susu dengan Obat, Sang Ibu Kaget Lihat Anaknya saat Tidur : Gak Bangun-bangun
• Lomba Agustusan Menarik di HUT Kemerdekaan RI 17 Agustus ! Dijamin Seru dan Bisa Dicontoh di RT-Mu
Ia kemudian meminta pendapat tetangganya soal perbedaan bau Susu tersebut. Tetangganya kala itu juga mencium bau anggur merah.
Karena khawatir, Vierza membawa anaknya ke rumah sakit.
“Dokter bilang saat itu, anak saya kebanyakan minum, tapi saya belum bilang kalau ada dua botol Susu beda. Eh, pas saya kasih tunjuk, dokternya bilang Susu yang dikasih anak saya dicampur obat alergi yang ada kadar alkoholnya,” katanya.
Setelah kejadian itu, ia langsung melaporkan Ju kepada ketua RT.
Saat diminta keterangan, Ju awalnya tidak mengaku.
Namun, setelah Vierza mengancam akan melaporkan masalah ini ke polisi, Ju akhirnya mengaku mencampurkan obat ke anaknya.
Alasannya, agar anaknya terus tertidur dan tak rewel.
“Jumaeti ngakunya baru tiga hari kasih anaknya campuran obat ke susunya, supaya dia bisa kerjain kerjaan rumah. Makanya dia kasih anak saya obat supaya dia gak rewel dan tuntaskan kerjaannya,” katanya.
Berkaca dari kasus tersebut, sebenarnya bahayakah kita jika meminum Susu bersamaan atau sesudah minum obat ?
• Anies Baswedan Gelar Upacara HUT Kemerdekaan RI di Pulau Reklamasi, Walhi :Mengkhianati Pemilihnya
Dilansir TribunnewsBogor.com dari berbagai sumber, berikut adalah penjelasannya :
Minum Susu Dengan Obat, Bahayakah ?
Dilansir dari laman hellosehat.com, minum Susu setelah minum obat adalah tindakan yang tidak berbahaya, namun juga tidak dianjurkan untuk semua jenis obat.
Pasalnya, protein Susu dapat berinteraksi dengan zat obat tertentu sehingga menghambat obat untuk bekerja sebagaimana mestinya.
Ada pula obat-obatan yang justru dapat mengubah cara kerja tubuh menyerap nutrisi makanan ketika berinteraksi dengan Susu.
Tak hanya itu, minum Susu setelah minum obat tertentu juga dapat memicu efek samping menjadi lebih buruk, atau justru memunculkan gejala baru yang tidak biasa.
Jika obat diperoleh dari resep dokter, tanyakan kepada dokter dan apoteker apakah obat tersebut boleh dikonsumsi dengan Susu.
Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika mengalami efek samping obat, seperti nyeri perut, muntah, diare, dan alergi obat.
• Dibawakan Banyak Mainan, Gempi Justru Kesal dan Hampir Pukul Ria Ricis Karena Dengar Perkataan Ini
Obat-obatan yang Tidak Boleh Diminum dengan Susu
Dilansir dari laman Alodokter.com, menurut dr. Kevin Adrian, antibiotik tetrasiklin dan golongan kuinolon merupakan contoh obat yang tidak disarankan untuk dikonsumsi dengan Susu.
Hal ini dikarenakan kalsium dalam Susu mengikat zat aktif dalam obat antibiotik, sehingga tidak bisa diserap oleh usus.
Akibatnya, kerja obat menjadi tidak maksimal.
Obat antikanker dan suplemen zat besi pun tidak disarankan untuk dikonsumsi bersama dengan Susu.
Pasalnya, terdapat kandungan Susu yang dapat mengganggu kerja kedua obat tersebut.
Sama seperti antibiotik, mengonsumsi Susu berpotensi besar membuat obat antikanker dan suplemen zat besi tidak berfungsi maksimal.
• 5 Fakta Sindrom Williams, Penyakit Langka yang Diidap Anak Dede Sunandar
Obat-obatan yang Boleh Diminum dengan Susu
Dilansir dari laman hellosehat.com, ada jenis obat-obatan yang dianggap aman apabila dikonsumsi dengan Susu atau makanan lainnya.
Hal ini karena Susu dan makanan dapat mengurangi efek samping dari obat itu sendiri, seperti mual, iritasi lambung, dan gangguan pencernaan lainnya.
Pada obat jenis tertentu, minum Susu juga dapat membantu penyerapan obat ke dalam aliran darah.
Berikut jenis-jenis obat yang boleh diminum dengan Susu:
- Obat kortikosteroid : prednisolone dan dexamethasone.
Jenis obat ini dapat meningatkan pembuangan kalsium dan kalium dalam tubuh.
Oleh karena itu, obat ini dianjurkan untuk diminum dengan Susu untuk menghindari tubuh kekurangan kalsium dan kalium.
- Obat non streoid anti-inflamasi (NSAID) : ibuprofen, diclofenac, aspirin, naproxen.
Jenis obat-obatan ini dapat memicu iritasi pada usus pada beberapa orang, sehingga minum Susu setelah minum obat dianjurkan karena dapat mengurangi efek samping tersebut.
- Obat untuk penyakit HIV : ritonavir, saquinavir dan nelfinavir dapat diminum dengan Susu untuk memastikan jika obat-obatan tersebut terserap ke aliran darah dengan benar.
Meski diperbolehkan, diingatkan kembali oleh Tribunnewsbogor.com, sebaiknya Anda memastikan terlebih dahulu kepada dokter soal keamanan jika Anda meminum Susu setelah atau bersamaan dengan obat.
• Ditanya Soal Rencana Program Hamil, Zaskia Sungkar: Malas ke Dokternya
Air Putih untuk Minum Obat
Saat hendak minum obat, sebaiknya Anda meminum air putih bersamaan dengan obat tersebut.
Sebab, air putih diketahui tidak berikatan dengan zat lain yang bisa mengganggu penyerapan dari obat tersebut.
Namun, apabila Anda ingin minum Susu setelah minum obat, berikanlah jeda setidaknya 3-4 jam dari waktu terakhir minum obat.
Dengan begitu, proses penyerapan obat dalam tubuh pun tak terhambat dan Anda pun akan mendapatkan manfaat yang optimal dari obat efektifas obat tersebut.
Selain itu, penting bagi Anda untuk selalu membaca aturan pakai obat yang biasanya tertera pada label kemasan dengan teliti.