Tolak Hubungan Badan, Siswi SMP Tewas Dibacok, YP Kabur Lihat Hiburan 17 Agustus & Minum Kopi

YP mengaku kejadian pembunuhan DS, siswi SMP ini tepat di tanggal 17 Agustus.

Penulis: Uyun | Editor: Yudhi Maulana Aditama
kolase dok Polres Siak
YP, pelaku pembunuhan siswi SMP asal Riau di momen 17 Agustusan 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Seorang siswi SMP berinisial DS (14) ditemukan tewas dalam kondisi kepala bersimbah darah di sebuah pondok kosong.

Jasad DS ditemukan oleh salah seorang warga yang hendak mengambil angkong untuk mengangkat ubi.

"Saya datang ke pondok untuk mengambil angkong untuk mengangkat ubi yang telah panen.

Saya melihat ada sesosok tubuh perempuan tergeletak dan tidak bergerak, di bagian kepalanya terlihat darah mengucur," kata Tumiran (69), Senin (19/8/2019).

Lokasi penemuan mayat DS ini terletak di Mindal, Simpang Belutu, kelurahan Simpang Belutu, kecamatan Kandis, kabupaten Siak, Riau.

Setelah melaporkan kejadian tersebut, pelaku pembunuhan DS yang ternyata kekasihnya sendiri bernama Yogi Pratama (19) berhasil ditangkap.

Kepada polisi, YP mengaku kejadian pembunuhan itu tepat di tanggal 17 Agustus.

Batal Nikah Gara-gara Weton, Gadis Pekalongan Ini Mengaku Trauma Disebut Nanti Ada yang Meninggal

Siswi SMA Pasrah Diperkosa Pacarnya Setelah Dipaksa Tenggak Miras: Dia Harus Tanggungjawab Pak

Mengenai motifnya, YP mengaku membunuh DS ini karena siswi SMP ini menolak berhubungan badan.

Kesal karena ditolak, YP kalap dan membacok kepala korban dengan menggunakan cangkul.

Ketika korban tak sadarkan diri, YP justru memperkosa korban.

Namun yang saat itu tidak berdaya setelah dihantam menggunakan cangkul.

mayat DS saat ditemukan di pondok kosong
mayat DS saat ditemukan di pondok kosong (Polres Siak)

Lanjut YP, ia mengaku baru kenal dengan korban DS sekira seminggu yang lalu di sebuah Facebook.

Meski baru kenal, pelaku dan korban ini ternyata sudah pacaran.

Ini kronologi lengkap pembunuhan DS, siswi SMP asal Riau dilansir TribunnewsBogor.com dari Kompas.com dan TribunPekanbaru:

Pelaku Dijemput Korban untuk Jalan-jalan di Momen 17 Agustus

Tepat di HUT ke-74 RI, Sabtu (17/8/2019) pukul 13.00 WIB, pelaku dijemput korban dari rumahnya di kampung Libo Jaya, Kandis menggunakan sepeda motor Yamaha Vixion merah.

Dua sejoli itu pun jalan-jalan keliling Kandis.

Pukul 15.00 WIB, pelaku mengajak korban ke Mindal, kelurahan Simpang Belutu.

Video Detik-Detik Massa Rusak Bandara Sorong Papua, Begini Kepanikan Penumpang dan Pegawai Bandara

Rayu DS agar Mau Hubungan Badan

YP ternyata membawa DS ke sebuah pondok kosong pada sore hari.

Di sana, mereka hanya berdua dan timbulah niat jahat YP.

Saat berada di dalam pondok kosong tersebut, pelaku merayu korban untuk melakukan perbuatan suami istri.

Namun korban menolak dan berusaha kabur.

Karena sakit hati ajakannya ditolak, YP mengejar DS dengan membawa cangkul.

"Korban dikejar oleh pelaku, dia mengambil cangkul yang terletak di TKP," kata Kasat Reskrim Polres Siak AKP AKP M Rizal Ramzani.

Tanpa ragu, pelaku membacok kepala korban sebanyak 2 kali dan punggung korban sebanyak 2 kali.

Akibatnya korban jatuh pingsan tidak sadarkan diri.

Korban Pingsan, Pelaku Memperkosanya, Merampas dan Menjual HP Milik DS

Disaat korban tidak berdaya, pelaku kemudian memperkosa korban yang tak berdaya itu.

"Korban menolak diajak berhubungan badan, kemudian mencoba melarikan diri. Pelaku selanjutnya mengejar korban dengan membawa cangkul dan memukul korban. Setelah itu korban sempat diperkosa," kata Kepala Urusan Humas Polres Siak Bripka Dedek Prayoga.

Setelah melampiaskan nafsunya, pelaku membawa ponsel milik korban dan melarikan diri ke lokasi Mati Jalan Sudirman Kelurahan Telaga Sam Sam Kandis.

Di sana, pelaku menjual Ponsel milik korban kepada temannya.

Setelah menjual ponsel milik DS, pelaku melarikan diri.

Ditanya Kemungkinan Jadi Wali Kota Surabaya, Ahok : Tidak Ada Partai Menugaskan Saya

Pelaku Melarikan Diri Tonton Lomba 17 Agustusan

Dalam pelariannya, pelaku bahkan sempat ikut-ikutan asyik menonton perlombaan 17 Agustus yang ada di desa perbatasan dengan lokasi pembunuhan.

"Setelah itu pelaku melarikan diri ke SP 4 Flamboyan Kecamatan Tapung Hulu Kabupaten Kampar (berbatasan dengan Kecamatan Kandis)," kata  Kasatreskrim.

"Dia menonton hiburan rakyat dalam rangka peringatan HUT ke-74 RI," tambah Kasatreskrim.

YP, pelaku pemerkosaan dan pembunuhan DS pakai cangkul
YP, pelaku pemerkosaan dan pembunuhan DS pakai cangkul (Dok Polres Siak)

Keesokan harinya, yakni hari Minggu (18/8/2019), pelaku pulang ke Dusun Palapa Pondok 2 Kampung Bekalar.

Ia sempat singgah di Pos Security untuk minum kopi.

Pada pukul 22.30 WIB, Tim Opsnal Sat Reskrim Res Siak dan Unit Reskrim Polsek Kandis mencari informasi keberadaan pelaku dan berhasil menangkap pelaku di sana.

"Tersangka ditangkap pada Minggu 18 Agustus 2109, di Dusun Papala Pondok 2 Kampung Bekalar, Kecamatan Kandis, Siak," kata Kepala Urusan Humas Polres Siak Bripka Dedek Prayoga saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin (19/8/2019).

Pelaku diamankan di Mapolsek Kandis untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Motif pelaku diduga kesal sakit hati kepada korban karena tidak mau diajak berhubungan badan," kata dia.

Sementara barang bukti yang diamankan 1 buah cangkul, 1 unit sepeda motor Yamaha Vixon dan 1 unit Handphone Vivo Y91.

Walikota Malang Minta Maaf, Pastikan Tak Akan Ada Pemulangan Mahasiswa Papua

Mayat DS ditemukan

Seorang saksi bernama Tumiran (69) menemukan jenazah DS di pondok kosongnya, Minggu (18/8/2019) pukul 09.45 WIB.

Saat it, ia sedang ingin mengambil angkong.

"Saya datang ke pondok untuk mengambil angkong untuk mengangkat ubi yang telah panen.

Saya melihat ada sesosok tubuh perempuan tergeletak dan tidak bergerak, di bagian kepalanya terlihat darah mengucur," kata Tumiran, Senin (19/8/2019).

Tumiran gemetaran melihat kondisi korban. Ia langsung menuju ke jalan Mindal Chevron untuk mencari tumpangan menuju rumah Ketua RT.

Sekitar Pukul 10.10 WIB Tumiran tiba di rumah Ketua RT Lamidi, dan melaporkan kejadian itu.

Kedua orang tua itu langsung menuju TKP dan menghubungi petugas Polsek Kandis.

Sekitar pukul 10.25 WIB Kepala SPK bersama piket fungsi tiba di TKP dan langsung melakukan olah TKP serta Mengamanka TKP.

Mereka berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Siak.

Kasat Reskrim Polres Siak AKP M Rizal Ramzani memerintahkan tim Opsnal Polres Siak untuk melakukan penyelidikan kasus penemuan mayat tersebut.

Tim Opsnal Polres Siak dan personel Polsek Kandis yang dipimpin oleh Ipda M Fadillah dan Iptu Arpandi serta Waka Polsek Kandis Iptu Yani Marjoni melakukan penyelidikan.

"Sekira pukul 22.30 WIB, tim mengamankan yang diduga pelaku, kemudian tim melakukan interogasi, setelah itu pelaku mengakui perbuatannya," tandasnya.

(TribunnewsBogor/Kompas/TribunPekanbaru)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved