Soal Bekasi ke Jakarta dan Bogor Raya, Kemendagri : Tidak Ada Pemekaran dan Penggabungan Daerah

Keputusan tersebut diambil, kata dia, berdasarkan pertimbangan dari Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah yang diketuai oleh Wakil Presiden

Soal Bekasi ke Jakarta dan Bogor Raya, Kemendagri : Tidak Ada Pemekaran dan Penggabungan Daerah
Kompas.com
Kapuspen Kemendagri, Bahtiar(Dok. Kemendagri) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Kementerian Dalam Negeri ( Kemendagri) angkat bicara soal wacana ingin bergabungnya Bekasi ke Jakarta dan pembentukan Provinsi Bogor Raya.

Meski tak menyebut langsung daerah-daerah tersebut, akan tetapi Kemendagri menyatakan bahwa kebijakan pemerintah sejak 2014 hingga saat ini terkait pemekaran dan penggabungan wilayah adalah moratorium.

"Artinya tidak ada pemekaran dan tidak ada penggabungan daerah. Sampai kapan, sampai batas waktu yang tidak ditentukan," ujar Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri Bahtiar di kantornya, Rabu (21/8/2019).

Keputusan tersebut diambil, kata dia, berdasarkan pertimbangan dari Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah yang diketuai oleh Wakil Presiden, dengan sekretaris Menteri Dalam Negeri.

Kemudian ditambah oleh unsur pemerintah daerah, dari asosiasi Bupati, asosiasi Gubernur, dan asosiasi Wali Kota.

Ditambah lagi, sejak tahun 2014 terdapat 315 daerah yang mengajukan pemekaran kepada Kemendagri.

"Tapi sebagai ide dan aspirasi masyarakat, gagasan, toh enggak dilarang. Orang berpendapat kan. Tetapi posisi pemerintah hari ini untuk pemekaran daerah maupun penggabungan daerah itu moratorium," kata dia.

Seperti diketahui, kota Bekasi mengusulkan untuk bergabung ke Jakarta yang dicetuskan oleh Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi (Pepen) sebagai Jakarta Tenggara.

Hal tersebut merupakan opsi yang dipilih Pepen, dibandingkan pihaknya harus bergabung dengan Provinsi Bogor Raya yang dicetuskan Wali Kota dan Bupati Bogor.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Soal Bekasi ke Jakarta dan Bogor Raya, Kemendagri: Tak Ada Pemekaran dan Penggabungan Daerah"

Editor: Ardhi Sanjaya
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved