Penggembala dan 19 Kerbaunya Tewas Tersambar Petir, Begini Cerita Lengkapnya

Akibat bencana itu, keruGian ditaksir sekitar Rp 300 juta. Pemilik kerbau sudah mengikhlaskannya.

Editor: Vivi Febrianti
KOMPAS.COM/DOK.POLRES TAPANULI TENGAH
Jenajah Sinto Riono Habeahan (27) yang tewas tersambar petir bersama 19 ekor kerbau saat akan dimakamkan di dekat kediamannya di Desa Uratan, Kecamatan Andam Dewi, Kabupaten Tapanuli Tengah, Rabu (21/8//2019). 

Dikubur massal

Sementara itu, Paur Humas Tapanuli Tengah Inspektur Satu Rensa Sipahutar mengatakan, 19 ekor kerbau yang mati tersambar petir sudah dikuburkan secara massal dalam satu lubang di Desa Sawo yang tidak jauh dari lokasi kejadian di Desa Uratan, Kecamatan Andam Dewi, Tapanuli Tengah.

"Sudah sore tadi, 19 kerbau yang mati karena disambar petir dikubur massal dalam satu lubang," katanya kepada Kompas.com, Selasa (20/8/2019) malam.

Untuk memudahkan proses penguburan, kata Rensa, 19 ekor kerbau diangkat menggunakan alat berat eksavator, lalu dipindahkan ke atas truk.

"Penguburan dilakukan menggunakan alat berat, disaksikan kepala desa, Bhabinkamtibmas, pemilik dan warga sekitar," ujar Rensa.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cerita Lengkap Penggembala dan 19 Kerbaunya Tewas Tersambar Petir"

Penulis : Kontributor Padang Sidempuan, Oryza Pasaribu

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved