Mabes Polri Sebut 2 Terduga Teroris yang Diamankan Densus 88 Pimpinan JAD

dua terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Antiteror di Jawa Timur merupakan pimpinan dari jaringan Jemaah Anshalut Daurah

Mabes Polri Sebut 2 Terduga Teroris yang Diamankan Densus 88 Pimpinan JAD
TribunnewsBogor.com/Yudistira Wanne
ILUSTRASI - Densus 88 Anti Teror Polri 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -  Mabes Polri menyebut dua terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Antiteror di Jawa Timur merupakan pimpinan dari jaringan Jemaah Anshalut Daurah ( JAD ).

Adapun kedua teroris tersebut yakni berinisial HS alias Abu Zufar dan BL alias Salman. Keduanya ditangkap terpisah; Abu Zufar ditangkap di Sampang, Salman dibekuk di Lamongan.

"Keterlibatan Abu Zufar yang pertama adalah  sebagai amir JAD dari Madura dan kordinator bidang hisbah, sementara BL alias Salman merupakan amir JAD Lamongan," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen. Pol. Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (26/8/2019).

Keduanya, dikatakan Dedi, pernah melakukan serangkaian pelatihan bersama para teroris yang sudah terlebih dahulu ditangkap kepolisian.

Polri mencatat, ada 6 nama napi teroris yang pernah bersinggungan langsung dengan Abu Zufar maupun Salman dalam kurun waktu sekitar lima tahun ke belakang.

"Abu Zufar pada tahun 2014 di Desa Sengkaling Malang, Jatim, melakukan daurah bersama Samsul Arifin alias Abu Umar yang telah ditangkap pada 14 Mei 2018, juga bersama Sutrisno alis Pak Tris yang sudah ditangkap pada 17 Mei 2018, lalu bersama Nur Kholis yang ditangkap pada 17 Mei 2018, dan dimentori oleh Abu Fida alias Abu Gar yang ditangkap pada 19 Februari 2016," lanjut Dedi.

Selain di Malang, Abu Zufar juga melakukan daurah di Lamongan bersama Zainal Anshori yang ditangkap pada 7 April 2016, lalu Widodo yang ditangkap 14 Mei 2018.

"BL alias Salman pernah melakukan Idad di Gunung Panderman bersama Romli yang ditangkap pada 19 Februari 2019, dan juga dimentori oleh Abu Fida," kata Dedi.

Dalam penangkapan pada Kamis (22/8/2019) tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Untuk tersangka Abu Zufar, barang bukti yang diamankan yakni dua buah ponsel.

"Sementara untuk tersangka Salman, barang buktinya yakni satu buah hardisk, satu buah ponsel, satu buku catatan, selembar kertas peraturan, selembar kertas bertuliskan jual-beli, satu bundel fotokopi buku berjudul  Silsilah Ilmiah dalam Penjelasan Masalah-Masalah Mahnajiah, sebuah amplopo berisi tiga kartu memori ponsel, dan satu lembar surat ber-kop Madrasah Ibtidaiyah Tahfidzul  Quran Darut Tauhid," pungkas Dedi.

Editor: Damanhuri
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved