Breaking News:

Jenazah Terpanggang Dalam Mobil

RS Polri Kramat Jati Terima Data Antemortem 2 Jasad Mobil Terpanggang di Sukabumi

Data antemortem merupakan data sebelum korban meninggal dunia dan kerap digunakan dalam proses identifikasi korban bencana atau kecelakaan.

Editor: Damanhuri
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Kaopsnal Yandokpol RS Polri Kombes Edy Purnomo di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (1/7/2019). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Tim dokter forensik RS Polri Kramat Jati telah menerima data antemortem dua jasad yang ditemukan terpanggang dalam mobil di Desa Pondok Kaso Tengah, Cidahu, Sukabumi pada Minggu (25/8/2019).

Kepala Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati Kombes Edy Purnomo mengatakan pengambilan data antemortem Edi Chandra Purnama alias Pupung (54) dan M. Adi Pradana alias Dana (23) setelah keluarga dilakukan sejak kemarin.

"Keluarga sudah datang sejak semalam, sekira pukul 21.00 WIB. Keluarga diarahkan untuk berkoordinasi dengan Polres Sukabumi. Pagi ini pihak keluarga datang kembali ke rumah sakit," kata Edy di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (27/8/2019).

Data antemortem merupakan data sebelum korban meninggal dunia dan kerap digunakan dalam proses identifikasi korban bencana atau kecelakaan.

Edy menuturkan data antemortem didapat dari keluarga Pupung dan Dana yang masih memiliki hubungan darah sehingga dapat memastikan identitas korban.

Data tersebut nantinya disandingkan dengan data posmortem atau data medik setelah korban meninggal sampai akhirnya berhasil diidentifikasi.

"Pihak keluarga yang datang ada Kakak, nenek, mantan istri, dan beberapa lagi. Diambil data antemortem, diambil DNA untuk menentukan korban ini keluarganya atau bukan," ujarnya.

Selama hasil identifikasi belum berhasil, Edy menyebut kedua jasad ayah dan anak yang nyaris jadi arang itu tetap berada di instalasi RS Polri Kramat Jati.

Pasalnya hasil identifikasi medis dari RS Polri bakal melengkapi berkas perkara kasus pembunuhan yang melibatkan istri Pupung, AK (35) dan anaknya KV (18).

"Mungkin beberapa hari ke depan baru bisa keluar hasilnya. Pelaku (AK) tidak diambil karena diduga ibu tiri dan tidak memiliki hubungan darah secara langsung," tuturnya.

Meski secara identitas sudah terungkap, Edy mengatakan proses identifikasi medis tetap butuh waktu karena buruknya kondisi jasad kedua jasad.

Namun terungkapnya identitas Edi dan Dana dari hasil penyelidikan penyidik Satreskrim Polres Sukabumi dapat memangkas waktu identifikasi.

"Sudah menjurus, jadi lebih cepat. Enggak sampai satu pekan. Dalam beberapa hari ini akan keluar hasilnya," lanjut Edy.

 (TribunJakarta.com, Bima Putra)

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved