Tak Bayar Denda Tilang Elektronik, 9.169 STNK Kendaraan di Jakarta Diblokir Polisi

Pemblokiran dilakukan karena kendaraan-kendaran itu tidak membayar denda tilang Electronic Traffic Law Enforcement ( ETLE)

Tak Bayar Denda Tilang Elektronik, 9.169 STNK Kendaraan di Jakarta Diblokir Polisi
Warta Kota/Adhy Kelana
Ilustrasi hari pertama penerapan Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) atau tilang elektronik, di sekitar Jalan Medan Merdeka Barat dan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat,awal November 2018 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Tilang elektronik langsung berdampak pada ribuan pemilik kendaraan bermotor di Jakarta.

Banyak pengendara yang tidak membayar denda sehingga Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengajukan pemblokiran 9.169 Surat Tanda Nomor Kendaraan ( STNK).

Pemblokiran dilakukan karena kendaraan-kendaran itu tidak membayar denda tilang Electronic Traffic Law Enforcement ( ETLE) atau tilang elektronik sesuai dengan batas waktu yang ditentukan.

Menurut Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Muhammad Nasir, tercatat 997 dari 9.169 pelanggar telah membayar denda tilang itu.

Ia mengimbau, para pelanggar segera membayarkan denda jika ingin memperpanjang STNK.

"Total pengajuan blokir STNK itu sejak tanggal 1 November 2018 sampai 27 Agustus 2019. Total pengajuan blokir STNK sebanyak 9.169 pelanggar, tapi ada yang sudah kami ajukan buka blokir (997 pelanggar). Artinya masih banyak yang belum dibuka blokirnya," kata AKBP Muhammad Nasir kepada Kompas.com, Rabu (28/8/2019).

Selain itu, lanjut Muhammad Nasir, tercatat 11.814 pengendara telah melakukan konfirmasi atas pelanggaran yang terekam kamera ETLE.

"10.169 pelanggar juga sudah divonis oleh pengadilan," kata Nasir.

Sistem tilang ETLE mulai diberlakukan sejak 1 November 2018.

Sebanyak 12 kamera ETLE baru dipasang di 10 titik di kawasan Jakarta yang dilengkapi fitur canggih.

Halaman
12
Editor: Soewidia Henaldi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved