Ini Alasan Sebenarnya Kenapa Mia Khalifa Terjun sebagai Bintang Porno

Meski demikian, Mia Khalifa akhirnya dapat menemukan tambatan hatinya, chef dan selebgram Robert Sandberg.

Editor: khairunnisa
@notthefakemiakhalifa
Mia Khalifa 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Mendengar atau membaca nama Mia Khalifa, sejumlah publik langsung mengingatnya sebagai Bintang Porno.

Tapi, dia mengaku hanya terjun selama tiga bulan.

Meski begitu, video-video porno tentangnya ternyata masih populer di sejumlah situs.

Dia pun mengaku sadar dengan fakta itu, sekaligus membeberkan alasannya berkarier di dunia itu.

Dalam program bincang BBC Hardtalk, dikutip BBC Indonesia Jumat (6/9/2019), Mia Khalifa mengungkapkan dia menjadi Bintang Porno karena kepercayaan diri yang rendah saat kecil.

Perempuan berusia 26 tahun itu menuturkan saat kecil, dia mengalami kelebihan berat badan sehingga dia mengaku tidak merasa menarik di kalangan anak laki-laki.

"Saat kuliah, ketika saya berhasil menurunkan berat badan dan banyak yang tertarik kepada saya, saya tidak ingin momen itu berakhir," ucap dia.

Mia Khalifa sempat mengungkapkan keputusannya sebagai Bintang Porno meski tiga bulan diambilnya secara sadar.

Meski, dia mengakui dampak yang dirasakannya begitu hebat.

Aksinya saat Roasting Fadli Zon Viral, Kiky Saputri Terkejut Wakil Ketua DPR Minta Ini Selesai Acara

HARI INI Ramalan Zodiak 7 September 2019 - Usaha Leo Bakal Sukses, Pisces Dapat Keberuntungan !

Sebab meski saat ini dia sudah keluar dan mencoba berkarier sebagai presenter olahraga, ada publik yang masih mengingatnya sebagai ikon film porno.

"Video-video itu menghancurkan hidup saya," ujar Mia Khalifa mengomentari stigma negatif yang masih dirasakannya karena pernah berakting di film dewasa.

Belum lagi pengalaman yang dia ungkapkan sangat menakutkan ketika mencoba untuk keluar sebagai Bintang Porno, dan kemudian menjajal peruntungannya di bidang lain.

Meski demikian, Mia Khalifa akhirnya dapat menemukan tambatan hatinya, chef dan selebgram Robert Sandberg.

Mereka mengumumkan pertunangan di Twitter pada Maret lalu.

Perempuan yang mengaku hanya mendapatkan 12.000 dollar AS, atau Rp 171,8 juta, itu buka suara dengan mengatakan dia merasa dimanipulasi untuk melakukan hal yang tak dia inginkan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved