Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis Dihentikan, Ini Klarifikasi KPAI

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Sitty Hikmawatty, angkat bicara soal langkah PB Djarum menghentikan audisi beasiswa bulu tangkis

Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis Dihentikan, Ini Klarifikasi KPAI
DOK. PB DJARUM
Anggota tim pencari bakat PB Djarum, Lius Pongoh, memberikan keterangan tata tertib Sebanyak 904 Atlet Muda Tanding di Purwokerto, 206 Lolos Tahap Screening kepada ratusan peserta Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis di GOR Satria, Purwokerto, Jawa Tengah, Minggu (8/9/2019) pagi. 

"Kami perlu sampaikan beberapa klarifikasi," kata Sitty Hikmawatty, dilansir BolaSport.com dari Kompas.com.

"Maksud kami adalah agar Djarum menghentikan eksploitasi — dengan mengharuskan anak memakai kaos bertuliskan Djarum yang identik dengan brand image produk rokok."

Lebih jauh lagi, brand image yang dimaksud KPAI bukan hanya tulisan tetapi juga indentitas warna hitam dan merah yang sudah menjadi ciri khas Djarum.

"Brand image itu baik melalui company image dan colour image yang memiliki kesamaan pokok untuk mempromosikan image perusahaan maupun image produk dalam audisi tersebut sehingga tidak terjadi eksploitasi ekonomi terhadap anak-anak Indonesia terutama sebagai alat marketing," ucapnya.

PB Djarum sendiri sudah dikenal sebagai salah satu klub bulu tangkis elite Indonesia.

Klub yang bermarkas di Kudus, Jawa Tengah, tersebut melahirkan sejumlah atlet olahraga tepok bulu legendaris.

Beberapa di antaranya adalah Alan Budikusuma (peraih emas Olimpiade 1992) dan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (peraih emas Olimpiade 2016).

Kemudian ada Mohammad Ahsan (tiga medali emas Kejuaraan Dunia), Kevin Sanjaya Sukamuljo (juara All England Open 2017) dan Praveen Jordan (juara All England Open 2014).

(BolaSport.com)

Editor: Damanhuri
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved